• KEISLAMAN

Seni Sikap Acuh Demi Menjaga Ketenangan Hati

Yahya Sukamdani | Senin, 03/08/2026
Seni Sikap Acuh Demi Menjaga Ketenangan Hati Ilustrasi Menjaga lisan (Foto: Ist)

Terasmuslim.com - Menghadapi hiruk-pikuk kehidupan modern yang penuh tekanan, tidak semua hal perlu dimasukkan ke dalam hati.

Sikap "cuek" atau acuh tak acuh pada hal yang tidak penting sering kali menjadi jalan pintas menjaga kesehatan mental.

Dalam pandangan Islam, sikap acuh ini sejatinya merujuk pada ketrampilan memilih mana yang bermanfaat dan mana yang harus diabaikan.

Allah SWT mengajarkan kita untuk meninggalkan perkataan atau perbuatan yang tidak berguna demi menjaga kesucian jiwa.

Prinsip ini secara tegas tertuang dalam firman Allah SWT pada Surah Al-Mu’minun ayat 3 tentang ciri orang beriman.

Orang-orang yang beruntung adalah mereka yang berpaling dari hal-hal yang sia-sia dan tidak mendatangkan manfaat.

Rasulullah SAW juga memberikan panduan bijak agar kehidupan seorang Muslim menjadi lebih tenang dan teratur.

Dalam hadist riwayat Tirmidzi, beliau menegaskan bahwa tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak berguna baginya.

Fokus pada urusan orang lain yang tidak ada kaitan dengan kita hanya akan menambah beban pikiran dan kerumitan hidup.

Sikap terlalu memikirkan cemoohan atau komentar negatif orang lain kerap menjadi penghambat seseorang untuk berkembang.

Allah SWT mengingatkan dalam Surah Al-Furqan ayat 63 bahwa hamba-Nya yang baik akan merespons perkataan buruk dengan ucapan keselamatan.

Dengan bersikap acuh terhadap hal yang tidak penting, energi dan waktu kita dapat dialokasikan untuk hal-hal yang produktif.

Seni mengabaikan hal sia-sia ini bukanlah bentuk kepedulian yang hilang, melainkan langkah cerdas menjaga kedamaian jiwa.

Ketika hati tidak lagi terbeban oleh hal rumit, ibadah dan hubungan dengan sesama akan terasa jauh lebih khusyuk.

Mari kita latih diri untuk memilah fokus hidup agar terhindar dari kerumitan yang sebenarnya bisa dipangkas.