Ilustrasi bus jamaah
Terasmuslim.com - Melakukan perjalanan ibadah haji dan umrah merupakan momentum suci yang menuntut kesabaran serta ketertiban dari setiap jiwa jamaah.
Kementerian Agama RI telah menyusun regulasi ketat mengenai transportasi darat demi menjamin keselamatan serta kenyamanan seluruh dharifullah (tamu Allah).
Namun, seringkali terjadi kekeliruan fatal di mana jamaah saling berebut kursi sesaat setelah pintu bus rombongan dibuka oleh petugas.
Tindakan egois ini jelas mencederai nilai ukhuwah Islamiyah dan melanggar imbauan kedisiplinan yang tertuang dalam amanat Undang-Undang Penyelenggaraan Haji dan Umrah.
Rasulullah SAW secara tegas mengingatkan pentingnya mendahulukan orang lain dan menjaga kedamaian melalui sabda beliau, "Tidak beriman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri." (HR. Bukhari dan Muslim).
Kesalahan kedua yang kerap berulang adalah membawa barang bawaan ke dalam kabin secara berlebihan hingga mempersempit ruang gerak penumpang lain.
Sikap abai ini tidak hanya melanggar batas bagasi standar regulasi penerbangan dan angkutan darat, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan saat bus bermanuver.
Padahal, Allah SWT telah berfirman dengan sangat jelas dalam Al-Qur`an untuk melarang segala bentuk perilaku melampaui batas, "Dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan." (QS. Al-An`am: 141).
Selanjutnya, banyak jamaah yang nekat berdiri atau berjalan di lorong kabin saat armada bus sedang melaju kencang di jalur antar kota.
Perilaku ini sangat berisiko memicu kecelakaan fisik dan secara langsung melanggar prosedur standar keselamatan kerja (K3) transportasi yang ditetapkan otoritas Arab Saudi dan Indonesia.
Kecerobohan tersebut sangat bertentangan dengan prinsip menjaga jiwa (hifdzun nafs) yang menjadi salah satu pilar utama dalam maqashid syariah Islam.
Kekeliruan berikutnya adalah mengabaikan instruksi muthawif atau ketua rombongan terkait jadwal keberangkatan sehingga memicu keterlambatan masal bagi seluruh manifes bus.
Sikap tidak disiplin ini merugikan jamaah lain dan melanggar kewajiban menaati pemimpin sebagaimana perintah Allah SWT, "Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul, dan ulil amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu." (QS. An-Nisa: 59).
Terakhir, sebagian jamaah sering lupa melafalkan doa safar dan dzikir bersama saat mulai bergerak, sehingga kehilangan momentum keberkahan dalam perjalanan ibadah yang mulia ini.