• KEISLAMAN

Amalan Sunnah Puasa di Bulan Safar dan Keutamaannya

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Kamis, 09/07/2026
Amalan Sunnah Puasa di Bulan Safar dan Keutamaannya Ilustrasi - puasa di bulan Safar, ini keutamaannya (Foto: Pexels/Zak Chapman)

Jakarta, Terasmuslim.com - Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah yang sering dikaitkan dengan berbagai mitos di tengah masyarakat.

Padahal, dalam ajaran Islam tidak ada dalil yang menyebutkan bahwa Bulan Safar adalah bulan yang membawa kesialan atau memiliki amalan ibadah khusus yang hanya dilakukan pada bulan tersebut.

Meski demikian, umat Islam tetap dianjurkan memperbanyak amal saleh selama Bulan Safar, salah satunya dengan melaksanakan puasa sunnah.

Puasa sunnah pada bulan ini bukan karena adanya keutamaan khusus Safar, melainkan karena puasa merupakan ibadah yang sangat dianjurkan kapan pun sepanjang tahun, kecuali pada hari-hari yang diharamkan.

Berikut beberapa puasa sunnah yang dapat diamalkan selama Bulan Safar beserta keutamaannya.

1. Puasa Senin dan Kamis

Puasa Senin dan Kamis menjadi salah satu amalan yang paling dianjurkan Rasulullah SAW. Beliau rutin melaksanakan puasa pada dua hari tersebut.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

تُعْرَضُ الْأَعْمَالُ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ، فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Artinya: "Amal-amal diperlihatkan pada hari Senin dan Kamis. Aku ingin ketika amalku diperlihatkan, aku sedang dalam keadaan berpuasa." (HR. Tirmidzi)

Selain menjadi bentuk keteladanan Rasulullah SAW, puasa Senin dan Kamis juga menjadi sarana meningkatkan ketakwaan serta melatih kesabaran dan pengendalian diri.

2. Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 pada bulan Hijriah, termasuk ketika memasuki Bulan Safar.

Rasulullah SAW bersabda:

صِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ صِيَامُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

Artinya: "Berpuasa tiga hari setiap bulan sama seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Bukhari dan Muslim)

Puasa ini menjadi salah satu amalan yang ringan untuk dilakukan, namun memiliki pahala yang besar karena dilakukan secara rutin setiap bulan.

3. Puasa Daud

Bagi yang ingin memperbanyak ibadah, puasa Daud juga dapat dilakukan pada Bulan Safar. Puasa ini dilakukan dengan pola sehari berpuasa dan sehari tidak.

Rasulullah SAW bersabda:

أَحَبُّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ، كَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا

Artinya: "Puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Nabi Daud, yaitu berpuasa sehari dan berbuka sehari." (HR. Bukhari dan Muslim)

Puasa Daud dikenal sebagai salah satu puasa sunnah yang paling utama karena mencerminkan keseimbangan antara ibadah dan kebutuhan fisik.

Perlu dipahami bahwa hingga kini tidak terdapat hadis sahih yang memerintahkan puasa khusus pada Bulan Safar atau menetapkan hari tertentu di bulan tersebut sebagai puasa istimewa.

Sebagian amalan yang beredar di masyarakat, seperti puasa khusus pada Rabu terakhir Bulan Safar atau puasa dengan niat menolak bala, tidak memiliki dasar yang kuat dalam hadis sahih.

Para ulama mengingatkan agar umat Islam berhati-hati dalam mengamalkan ibadah yang tidak memiliki landasan syariat.

Secara umum, puasa sunnah memiliki banyak keutamaan yang dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW.

Beliau bersabda:

مَنْ صَامَ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بَعَّدَ اللَّهُ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا

Artinya: "Barang siapa berpuasa satu hari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan besarnya pahala yang Allah SWT sediakan bagi hamba-Nya yang menjalankan puasa sunnah dengan penuh keikhlasan.

Selain itu, puasa juga menjadi sarana membersihkan jiwa, meningkatkan ketakwaan, mengendalikan hawa nafsu, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.