Dalam tradisi Islam, menyambut awal bulan Hijriyah dengan doa telah menjadi amalan yang dianjurkan sejak masa sahabat Rasulullah SAW
Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriyah yang sering kali dianggap penuh ujian dan peristiwa penting dalam sejarah Islam
Anggapan bahwa Bulan Safar identik dengan kesialan masih dijumpai di sebagian masyarakat hingga saat ini.
Bulan Safar, masih ada sebagian masyarakat yang meyakini bahwa bulan kedua dalam kalender Hijriah ini identik dengan datangnya kesialan atau musibah.
Berikut ini adalah lima amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan pada bulan Safar.
Berikut beberapa puasa sunnah yang dapat diamalkan selama Bulan Safar beserta keutamaannya.
Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam penanggalan Hijriah.
Berikut beberapa peristiwa penting yang terjadi pada Bulan Safar.
Bulan Safar 1448 H diperkirakan jatuh pada pertengahan bulan Juli hingga Agustus 2026.
Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah yang masih sering dikaitkan dengan berbagai mitos di tengah masyarakat.
Kepercayaan tersebut telah berkembang secara turun-temurun di berbagai daerah.
Bagi sebagian masyarakat muslim di Nusantara, Jumat terakhir di bulan Safar memiliki makna khusus, simak penjelasannya
Di masa jahiliyah, sebagian orang Arab menganggap bulan Safar membawa sial
Bulan Safar bukanlah bulan yang membawa kesialan, dan hari Jumat di bulan ini adalah kesempatan emas untuk memperbanyak ibadah
Melalui puasa-puasa sunnah ini dapat membersihkan hati dan menguatkan kedekatannya dengan Allah SWT
Bulan Safar, bulan kedua dalam kalender Hijriah, memiliki tempat tersendiri dalam tradisi keislaman masyarakat Indonesia
Dalam kalender Hijriah, bulan kedua dikenal sebagai Safar. Meski terdengar sederhana, nama ini menyimpan sejarah panjang yang mencerminkan dinamika sosial masyarakat Arab sebelum datangnya Islam.
Bulan Safar, bulan kedua dalam kalender Hijriah dan Jawa, kerap dipandang sebelah mata—bahkan dianggap membawa kesialan. Namun, pandangan ini tak punya dasar kuat dalam Islam
Anggapan bahwa bulan Safar penuh dengan kesialan tidak memiliki dasar yang kuat dan harus diluruskan
Sebagai bulan kedua dalam tahun Islam, Safar menjadi saksi berbagai peristiwa penting yang membentuk arah perjuangan dakwah Nabi Muhammad SAW dan perkembangan umat Muslim.