Ilustrasi - bulan Safar (Foto: Ist)
Jakarta, Terasmuslim.com - Hari Jumat dikenal sebagai hari penuh berkah bagi umat Islam. Namun, bagi sebagian masyarakat muslim di Nusantara, Jumat terakhir di bulan Safar memiliki makna khusus.
Momen ini diyakini sebagai saat yang tepat untuk memohon perlindungan Allah SWT dari segala musibah dan kesulitan hidup.
Dalam tradisi Islam di berbagai daerah, Jumat terakhir Safar sering dihubungkan dengan anjuran memperbanyak doa dan amal kebaikan.
Beberapa ulama menyebutkan bahwa hari itu dapat dijadikan momentum shalat sunnah tolak bala, sedekah, dan memperbanyak dzikir, sebagai bentuk ikhtiar agar terhindar dari mara bahaya.
Meskipun hadis tentang bala di bulan Safar dipandang lemah oleh sebagian ulama, namun tradisi tersebut tetap hidup sebagai bentuk kearifan lokal.
Di sejumlah pesantren dan masjid, umat muslim menggelar doa bersama dan membaca ayat-ayat Al-Qur`an, dengan harapan Allah SWT menurunkan rahmat serta menjaga dari segala keburukan.
Selain doa dan shalat sunnah, masyarakat juga memaknai momen ini sebagai pengingat akan pentingnya tawakal dan memperkuat iman. Dengan memperbanyak istighfar, sedekah, serta menolong sesama, umat muslim berharap keberkahan di hari Jumat terakhir bulan Safar bisa menjadi jalan keselamatan dunia dan akhirat.