Ilustrasi foto menatap langit ciptaan Allah
Terasmuslim.com - Ketika memandang ke atas, kita disuguhkan oleh hamparan kubah biru luas yang maha megah.
Atap mahakarya ini berdiri dengan sangat kokoh melingkupi bumi tanpa ada pilar penyangga kasat mata.
Islam mengajak umat manusia untuk merenungkan keunikan konstruksi kosmos ini sebagai tanda kebesaran Ilahi.
Al-Qur`an secara gamblang mengabadikan fenomena arsitektur langit ini dalam Surah Ar-Ra`d ayat 2.
“Allah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy...” (QS. Ar-Ra`d: 2).
Melalui ayat tersebut, Allah SWT menantang logika manusia untuk melihat kesempurnaan ciptaan-Nya yang tanpa cacat.
Sains modern belakangan mengungkap bahwa langit terjaga oleh sistem gaya gravitasi dan atmosfer yang presisi.
Keseimbangan gaya tak terlihat inilah yang menjadi "tiang ghaib" penopang seluruh benda-benda astronomi di ruang angkasa.
Penegasan mengenai kekuatan penjagaan langit ini juga disebutkan Allah SWT dalam Surah Faathir ayat 41.
“Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi agar tidak bergeser; dan melainkan jika keduanya bergeser tidak ada seorang pun yang dapat menahannya...” (QS. Faathir: 41).
Tanpa kendali dan pengawasan dari Sang Pencipta, seluruh tata surya akan hancur berantakan dalam sekejap.
Rasulullah SAW juga sering kali memandangi langit malam sembari mengagumi ciptaan Rabb semesta alam.
Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari, Nabi SAW terbiasa membaca akhir Surah Ali `Imran saat terbangun di sepertiga malam.
Beliau merenungkan bahwa tidak ada satu pun dari ciptaan di langit dan bumi ini yang sia-sia.
“...Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, maka lindungilah kami dari azab neraka.” (QS. Ali `Imran: 191).
Untaian dalil ini membuktikan bahwa Al-Qur`an telah mendahului ilmu pengetahuan mutakhir dalam menjelaskan hukum fisika alam semesta.
Sudah saatnya kita menundukkan hati atas mukjizat ini agar keimanan kita kepada Sang Arsitek Agung semakin menghujam dalam.