Ilustrasi - orang sedang berdoa (Foto: AI)
Jakarta, Terasmuslim.com - Istiqomah menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Tidak sedikit orang yang mampu bersemangat beribadah di awal, namun kesulitan menjaga konsistensinya dalam jangka panjang.
Karena itu, Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk senantiasa memohon kepada Allah SWT agar diberikan keteguhan hati dalam menjalankan ketaatan.
Dalam Islam, istiqomah bukan hanya berarti rajin beribadah, tetapi juga tetap teguh di atas keimanan, menjauhi maksiat, serta menjalankan perintah Allah SWT secara konsisten dalam berbagai keadaan.
Doa Agar Selalu Istiqomah dalam Ibadah
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
Yā Muqallibal qulūb, tsabbit qalbī `alā dīnik.
Artinya: "Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu."
Doa ini diriwayatkan dalam hadis dari Anas bin Malik RA. Beliau mengisahkan bahwa Rasulullah SAW sering memperbanyak doa tersebut.
Ketika para sahabat bertanya mengapa beliau masih berdoa demikian, padahal telah dijamin oleh Allah SWT, Rasulullah menjelaskan bahwa hati manusia berada di antara dua jari Allah SWT dan Dia membolak-balikkannya sesuai kehendak-Nya.
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah.
Selain doa di atas, terdapat doa lain yang juga dianjurkan untuk memohon keteguhan hati.
Doa Memohon Keteguhan Hati
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
Rabbanā lā tuzigh qulūbanā ba`da idz hadaytanā wa hab lanā min ladunka rahmah, innaka antal-Wahhāb.
Artinya: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi." (QS. Ali `Imran: 8).
Ayat ini menjadi doa yang sangat baik untuk diamalkan setiap hari. Isinya mengandung permohonan agar Allah SWT menjaga hati tetap berada di jalan yang benar serta tidak mudah tergelincir oleh godaan dunia maupun hawa nafsu.