• KEISLAMAN

Transformasi Masjid Menjadi Episentrum Peradaban Umat Masa Kini

Yahya Sukamdani | Senin, 13/07/2026
Transformasi Masjid Menjadi Episentrum Peradaban Umat Masa Kini Ilustrasi foto masjid dan lingkungan sekitar

Terasmuslim.com - Masjid bukan sekadar tempat bersujud, melainkan jantung peradaban Islam yang harus terus berdenyut di tengah derasnya arus modernisasi.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama terus mendorong revitalisasi fungsi masjid agar tidak hanya menjadi ruang ritual ibadah formal semata.

Langkah strategis ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah At-Taubah ayat 18 yang menegaskan bahwa memakmurkan masjid adalah ciri utama orang-orang yang beriman.

"Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian..." (QS. At-Taubah: 18)

Sejarah pun mencatat bahwa Rasulullah SAW menjadikan Masjid Nabawi sebagai pusat pembinaan karakter, strategi sosial, hingga edukasi politik umat.

Sebagaimana sabda beliau dalam hadits riwayat Al-Bukhari, masjid didirikan sebagai tempat untuk menegakkan zikir, shalat, dan membaca Al-Qur`an demi kemaslahatan bersama.

Menghadapi tantangan zaman, Keputusan Dirjen Bimas Islam Nomor DJ.II/802 Tahun 2014 tentang Standarisasi Pembinaan Manajemen Masjid menjadi regulasi krusial bagi para takmir.

Regulasi resmi ini membagi pengelolaan masjid ke dalam tiga pilar utama yang saling terintegrasi, yaitu Idarah (manajemen), Imarah (kemakmuran), dan Ri`ayah (pemeliharaan).

Melalui pilar Idarah, masjid dituntut untuk memiliki tata kelola administrasi dan keuangan yang transparan serta akuntabel agar dapat dipercaya oleh publik.

Sementara melalui pilar Imarah, pengurus wajib menghidupkan majelis taklim, remaja masjid, serta layanan konseling keagamaan yang adaptif dengan kebutuhan generasi muda.

Pilar Ri`ayah kemudian melengkapinya dengan memastikan fisik masjid menjadi ruang yang ramah lingkungan, bersih, nyaman, serta aman bagi seluruh jamaah.

Kombinasi regulasi pemerintah dan nilai luhur syariat ini diharapkan mampu membentengi umat dari dampak negatif sekularisasi dan radikalisme.

Oleh karena itu, transformasi digital dalam dakwah masjid kini menjadi sebuah keniscayaan agar pesan-pesan kedamaian Islam dapat menjangkau ruang siber secara luas.

Masjid yang dikelola secara modern namun tetap spiritual akan melahirkan generasi yang cerdas intelektualnya sekaligus kokoh akhlakul karimahnya.

Mari bersama-sama mendukung penguatan fungsi masjid ini demi terwujudnya masyarakat Indonesia yang religius, moderat, dan sejahtera di masa depan.