• KEISLAMAN

Waktu Terbaik Membaca Sholawat Menurut Islam, Jangan Sampai Terlewat

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Minggu, 12/07/2026
Waktu Terbaik Membaca Sholawat Menurut Islam, Jangan Sampai Terlewat Ilustrasi - ini waktu terbaik untuk membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW (Foto: Pexels/Necati Ömer Karpuzoğlu)

Jakarta, Terasmuslim.com - Membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam.

Selain menjadi bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW, sholawat juga menjadi sebab turunnya rahmat, ampunan, dan keberkahan dari Allah SWT.

Anjuran bersholawat ditegaskan dalam Al-Qur`an melalui firman Allah SWT dalam Surah Al-Ahzab ayat 56:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuknya dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan." (QS. Al-Ahzab: 56).

Meskipun membaca sholawat dapat dilakukan kapan saja, para ulama menjelaskan terdapat beberapa waktu yang memiliki keutamaan khusus sehingga sangat dianjurkan untuk memperbanyak sholawat kepada Rasulullah SAW.

Hari Jumat merupakan waktu yang paling utama untuk memperbanyak sholawat. Rasulullah SAW bersabda:

أَكْثِرُوا الصَّلَاةَ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَلَيْلَةَ الْجُمُعَةِ

Artinya: "Perbanyaklah bershalawat kepadaku pada hari Jumat dan malam Jumat." (HR. Al-Baihaqi).

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa sholawat umatnya akan diperlihatkan kepada beliau pada hari Jumat sehingga memperbanyak sholawat pada hari tersebut menjadi amalan yang sangat dianjurkan.

Salah satu waktu terbaik membaca sholawat adalah setelah muazin selesai mengumandangkan azan. Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ، ثُمَّ صَلُّوا عَلَيَّ

Artinya: "Apabila kalian mendengar muazin, maka ucapkanlah seperti yang ia ucapkan, kemudian bershalawatlah kepadaku." (HR. Muslim).

Setelah membaca sholawat, umat Islam juga dianjurkan memanjatkan doa memohon wasilah bagi Rasulullah SAW.

Para ulama menganjurkan agar doa diawali dan diakhiri dengan pujian kepada Allah SWT serta sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Cara ini diyakini menjadi salah satu adab berdoa agar doa lebih mudah dikabulkan.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW mengajarkan seorang sahabat untuk memulai doa dengan memuji Allah dan bersholawat sebelum menyampaikan permohonannya.

Saat mendengar atau menyebut nama Rasulullah SAW, seorang Muslim dianjurkan segera mengucapkan sholawat. Rasulullah SAW bersabda:

الْبَخِيلُ مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ

Artinya: "Orang yang bakhil adalah orang yang ketika namaku disebut di hadapannya, ia tidak bershalawat kepadaku." (HR. Tirmidzi).

Hadis ini menunjukkan pentingnya membiasakan diri bersholawat setiap kali nama Nabi Muhammad SAW disebutkan.

Majelis ilmu, kajian, maupun pertemuan yang diisi dengan zikir kepada Allah SWT dan sholawat kepada Rasulullah SAW akan menjadi majelis yang penuh keberkahan.

Sebaliknya, Rasulullah SAW mengingatkan agar kaum Muslim tidak meninggalkan zikir dan sholawat dalam suatu majelis karena hal itu dapat menjadi penyesalan pada hari kiamat.

Dalam salat, membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW setelah tasyahud akhir merupakan bagian yang sangat dianjurkan. Bahkan menurut sebagian ulama, membaca sholawat Ibrahimiyah pada tasyahud akhir termasuk rukun salat.

Momentum ini menjadi salah satu waktu terbaik untuk memperbanyak doa setelah membaca sholawat sebelum mengakhiri salat dengan salam.