• KEISLAMAN

Adab Imam Masjid Menyapa Jamaah Sebelum Sesudah Shalat

Yahya Sukamdani | Kamis, 16/07/2026
Adab Imam Masjid Menyapa Jamaah Sebelum Sesudah Shalat Ilustrasi imam menghadap jamaah setelah shalat

Keramahan seorang imam masjid saat menyapa jamaah merupakan kunci utama dalam membangun kedekatan emosional dan spiritual.

Terasmuslim.com - Sebelum takbiratul ihram dikumandangkan, seorang imam disunnahkan berbalik menghadap jamaah untuk memastikan kesiapan mereka dan merapikan shaf.

Rasulullah SAW selalu menunjukkan kepedulian ini, sebagaimana hadits riwayat Bukhari dan Muslim yang menegaskan pentingnya meluruskan shaf demi kesempurnaan shalat.

Sapaan lembut atau isyarat penuh perhatian dari imam sebelum shalat mampu menghadirkan kekhusyukan kolektif di dalam masjid.

Setelah salam diucapkan, adab berikutnya adalah imam mengubah posisi duduknya menghadap ke arah jamaah, bukan terus membelakangi mereka.

Hal ini bersandar pada hadits riwayat Bukhari dari Samurah bin Jundab yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW menghadap ke arah kami setelah selesai shalat.

Momentum setelah shalat inilah yang menjadi ruang terbaik bagi imam untuk menyapa, menanyakan kabar, atau memberikan nasihat singkat yang menyejukkan.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur`an Surah Ali `Imran ayat 159 mengenai pentingnya bersikap lemah lembut terhadap sesama:

"Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu."

Dalam konteks regulasi di Indonesia, Keputusan Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Nomor DJ.II/802 Tahun 2014 turut mengatur kompetensi sosial seorang imam.

Regulasi tersebut mengamanatkan bahwa imam masjid harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik guna merekatkan ukhuwah Islamiyah di lingkungan masyarakat.

Sikap komunikatif dan inklusif dari seorang imam diyakini dapat mencegah potensi konflik serta menangkal pemikiran radikal di akar rumput.

Kementerian Agama juga menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat syiar yang ramah, aman, dan nyaman bagi seluruh lapisan umat.

Melalui sapaan yang tulus sebelum dan sesudah shalat, seorang imam sesungguhnya sedang menjalankan fungsi edukasi dan pembinaan mental jamaah.

Ketika jamaah merasa dihargai dan diayomi oleh imamnya, ikatan persaudaraan sesama muslim di lingkungan tersebut akan tumbuh semakin kokoh.

Mari kita hidupkan kembali adab mulia ini agar masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga pusat kedamaian sosial.