Ilustrasi membangggakan diri
Terasmuslim.com - Setiap kelebihan, kesuksesan, dan kenikmatan yang melekat pada diri manusia pada hakikatnya adalah titipan murni dari Allah SWT.
Namun, nafsu manusia sering kali tergelincir ke dalam penyakit ujub, yaitu perasaan kagum terhadap diri sendiri secara berlebihan.
Penyakit hati ini sangat berbahaya karena dapat menghapus seluruh pahala amal shalih yang telah susah payah kita kumpulkan.
Allah SWT telah mengingatkan manusia di dalam Al-Qur`an agar tidak merasa suci dan bersih dari dosa karena Dialah Yang Maha Mengetahui.
"Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia mengetahui tentang orang yang bertakwa." (QS. An-Najm: 32).
Merasa diri lebih hebat dari orang lain adalah awal dari kehancuran spiritual yang akan menjauhkan kita dari rahmat-Nya.
Sebagai penawar utama dari penyakit ujub, Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa memperbanyak rasa syukur dalam setiap keadaan.
Rasulullah SAW memberikan peringatan keras mengenai tiga perkara yang dapat membinasakan seorang hamba jika terus dipelihara.
Dalam hadits riwayat Al-Bazzar, beliau menegaskan bahwa sifat kikir, mengikuti hawa nafsu, dan kekaguman seseorang pada dirinya sendiri adalah perusak iman.
"Tiga hal yang membinasakan: kekikiran yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, dan kekaguman seseorang terhadap dirinya sendiri." (HR. Al-Bazzar).
Oleh karena itu, setiap kali meraih keberhasilan, lisan dan hati kita harus segera mengembalikan pujian itu hanya kepada Allah SWT.
Menyadari bahwa tanpa pertolongan dan kemudahan dari-Nya, kita tidak akan pernah mampu mencapai titik keberhasilan apa pun.
Rasa syukur yang tulus akan melahirkan sifat tawadhu atau rendah hati, yang membuat seorang hamba dicintai oleh Allah dan sesama manusia.
Ketika kita sibuk menghitung nikmat Allah, maka tidak akan ada lagi ruang di dalam dada untuk memupuk rasa bangga diri yang semu.
Mari kita rutinkan muhasabah diri setiap malam agar terhindar dari jebakan rasa puas diri yang menipu pandangan hati.
Semoga Allah SWT senantiasa membersihkan kalbu kita dari penyakit ujub dan menghiasinya dengan untaian rasa syukur yang tiada putus.