Ilustrasi foto akibat tebang pohon hutan jadi gundul
Terasmuslim.com - Islam merupakan agama yang sangat komprehensif dalam mengatur hubungan manusia dengan alam semesta.
Menjaga kelestarian lingkungan bukan sekadar imbauan sosial, melainkan bagian dari ketakwaan seorang muslim.
Salah satu bentuk perhatian serius Islam terhadap alam adalah larangan keras mengeksploitasi tumbuhan secara membabi buta.
Menebang pohon secara zalim atau tanpa alasan yang dibenarkan syariat dianggap sebagai tindakan perusakan di muka bumi.
Al-Qur`an secara tegas mengecam manusia-manusia yang gemar merusak tanaman dan tatanan ekologi yang telah seimbang.
"Dan apabila dia berpaling (dari kamu), dia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan." (QS. Al-Baqarah: 205)
Ayat tersebut menjadi landasan teologis bahwa merusak ekosistem flora merupakan perilaku yang sangat dibenci oleh Allah SWT.
Pohon memiliki fungsi vital sebagai penyedia oksigen, penyerap air, dan tempat bernaung bagi makhluk hidup lainnya.
Bahkan dalam situasi perang yang mencekam pun, pasukan muslim dilarang keras untuk merusak atau menebang pohon yang berbuah.
Prinsip kemanusiaan dan ekologis ini diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW sebagai etika tertinggi dalam menghadapi musuh.
Dalam ranah hukum syariat, tindakan menebang pohon peneduh di tempat umum tanpa alasan jelas memiliki konsekuensi spiritual yang ngeri.
Sebuah hadis riwayat Abu Dawud secara spesifik memberikan peringatan keras bagi siapa saja yang merusak fasilitas alam ini.
Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang menebang pohon bidara (di padang pasir tempat bernaung), maka Allah akan menuangkan api neraka di atas kepalanya."
Ancaman yang sangat keras ini mendidik umat Islam untuk selalu memiliki kesadaran ekologis di mana pun mereka berada.
Semoga kita semua mampu menjadi khalifah yang amanah dalam merawat bumi dan tidak menjadi agen perusak lingkungan.