Ilustrasi foto membunuh hewan saat ihram
Terasmuslim.com - Islam adalah agama yang sangat menjaga kelestarian alam, bahkan melarang jemaah haji atau umrah berburu saat berihram.
Namun, di balik larangan ketat tersebut, syariat memberikan pengecualian khusus demi keselamatan dan kemaslahatan hidup manusia.
Ada beberapa jenis hewan tertentu yang secara legal diperbolehkan untuk dibunuh sekalipun seseorang sedang berada dalam kondisi haram.
Kondisi haram yang dimaksud di sini adalah ketika seorang Muslim sedang mengenakan pakaian ihram di tanah suci.
Pengecualian ini ditujukan khusus bagi hewan-hewan pengganggu yang berpotensi membahayakan keselamatan jiwa para jemaah.
Dasar hukum mengenai perkara ini disandarkan langsung pada sabda lisan suci Nabi Muhammad Shallallahu `Alaihi wa Sallam.
Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim: "Ada lima jenis hewan fasik yang boleh dibunuh baik di tanah halal maupun di tanah haram: tikus, kalajengking, burung rajawali, burung gagak, dan anjing galak."
Melalui hadis sahih tersebut, Rasulullah memberikan klasifikasi yang jelas mengenai hewan-hewan yang membawa dampak mudarat bagi manusia.
Hewan-hewan tersebut dijuluki sebagai hewan "fasik" karena tabiatnya yang keluar dari batas kewajaran dan suka merusak.
Prinsip menjaga diri dari bahaya ini juga sejalan dengan petunjuk Al-Qur`an dalam Surah Al-Baqarah ayat 195.
Surah Al-Baqarah Ayat 195: "Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik."
Ayat suci ini mengajarkan bahwa melindungi diri dari ancaman bahaya hewan buas merupakan bagian dari menjaga anugerah kehidupan.
Para ulama fiqih kemudian menganalogikan hewan lain yang memiliki tingkat bahaya serupa, seperti ular, tawon penyengat, atau macan.
Izin membunuh hewan-hewan fasik ini murni didasarkan pada motif defensif untuk menolak mudarat, bukan karena faktor kebencian semata.
Jika hewan-hewan tersebut tidak menunjukkan gejala menyerang atau mengganggu, maka menahan diri dari membunuhnya tetaplah sebuah keutamaan.
Melalui ulasan editorial ini, kita diajarkan bahwa Islam adalah agama yang realistis dan selalu mengutamakan keselamatan jiwa pemeluknya.