ilustrasi foto pohon bidara raksasa
Terasmuslim.com - Sidratul Muntaha merupakan sebuah pohon ikonik berskala raksasa yang terletak di lapisan langit ketujuh.
Dalam kosmologi Islam, pohon gaib ini menandai batas akhir dari segala pengetahuan makhluk ciptaan Allah.
Tidak ada satu pun malaikat, nabi, atau manusia yang bisa melewati batas suci tersebut kecuali Rasulullah SAW.
Al-Qur`an mengabadikan eksistensi pohon agung ini dalam rangkaian ayat yang mengisahkan peristiwa agung Isra Mi`raj.
"(Yaitu) di Sidratulmuntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal. (Muhammad melihatnya) ketika Sidratulmuntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya." (QS. An-Najm: 14-16)
Ayat-ayat tersebut menggambarkan suasana magis nan penuh wibawa saat Rasulullah menatap langsung pohon langit itu.
Secara harfiah, nama Sidratul Muntaha memiliki arti "Pohon Bidara Batas Akhir" yang penuh dengan keindahan mistis.
Pohon ini menjadi saksi bisu diterimanya perintah salat lima waktu secara langsung dari Allah SWT kepada umat Islam.
Rasulullah SAW menceritakan secara detail bentuk fisik dari pohon surgawi ini agar umatnya dapat membayangkannya.
Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari dan Muslim, beliau bersabda mengenai ukuran daun dan buah dari pohon tersebut.
"Daun-daunnya sejauh mata memandang seperti telinga gajah, dan buahnya sebesar gentong besar dari daerah Hajar."
Ketika pohon tersebut diliputi oleh perintah Allah, warnanya seketika berubah menjadi sangat indah melampaui segala deskripsi manusia.
Warna-warni cahaya yang memancar darinya begitu memukau hingga tak ada satu pun makhluk yang mampu melukiskan keindahannya.
Mempelajari hakikat Sidratul Muntaha sejatinya mampu mempertebal keimanan kita akan kemahakuasaan Allah atas alam gaib.
Semoga kisah pohon agung ini senantiasa memotivasi kita untuk semakin khusyuk dalam mendirikan salat lima waktu.