Ilustrasi Gempa yang terjadi di wilayah Myanmar (Foto: Tirto)
Terasmuslim.com - Guncangan hebat yang melanda permukaan bumi sering kali datang tiba-tiba tanpa bisa diprediksi manusia.
Dalam perspektif Islam, fenomena destruktif ini bukan sekadar aktivitas tektonik atau vulkanik biasa yang terjadi alami.
Allah SWT menggunakan gempa bumi sebagai instrumen untuk menguji sekaligus memberikan peringatan keras kepada hamba-Nya.
Al-Qur`an mengabadikan bagaimana guncangan dahsyat menjadi akhir dari kaum-kaum terdahulu yang gemar mendustakan kebenaran.
Hal ini secara eksplisit direkam oleh Allah SWT di dalam mushaf Surah Al-A`raf ayat 78.
“Lalu datanglah gempa menimpa mereka, dan mereka pun mati bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka.” (QS. Al-A`raf: 78).
Melalui ayat tersebut, sejarah mencatat bahwa kekuatan fisik manusia sama sekali tidak berarti di hadapan takdir-Nya.
Selain sebagai azab bagi penentang wahyu, guncangan bumi juga dihadirkan sebagai bentuk tarbiyah rohani bagi orang beriman.
Allah SWT sengaja mengirimkan tanda-tanda alam yang menakutkan agar manusia segera sadar dari kelalaian duniawi.
Tujuan teologis di balik fenomena ini ditegaskan dengan sangat indah dalam Surah Al-Isra ayat 59.
“Dan Kami tidak mengirimkan tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti (agar mereka mengambil pelajaran).” (QS. Al-Isra: 59).
Rasa takut yang muncul saat bumi bergoyang sejatinya harus bermutasi menjadi dorongan untuk memperbanyak istighfar.
Rasulullah SAW juga telah mengabarkan bahwa frekuensi terjadinya gempa akan semakin meningkat menjelang akhir zaman.
Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari, Nabi SAW menyebutkan maraknya guncangan sebagai salah satu tanda dekatnya kiamat.
“Tidak akan terjadi hari kiamat kecuali setelah hilangnya ilmu, banyak terjadi gempa bumi...” (HR. Bukhari).
Nasihat nubuat ini mengisyaratkan umat Islam untuk selalu bersiap diri dengan memperbanyak amal-amal saleh.
Maka, setiap kali bumi ini bergoyang, itu adalah undangan terbuka bagi jiwa kita untuk kembali bersujud meminta ampunan.
Semoga kita semua termasuk ke dalam golongan hamba yang peka menangkap pesan-pesan moral dari alam semesta.