• KEISLAMAN

Awal Mula Kehancuran Laki-Laki Menurut Al-Qur`an

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Rabu, 08/07/2026
Awal Mula Kehancuran Laki-Laki Menurut Al-Qur`an Ilustrasi - tanda awal mula kehancuran laki-laki menurut Al-Qur`an (Foto: AI)

Jakarta, Terasmuslim.com - Al-Qur`an tidak hanya menjadi petunjuk bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah, tetapi juga memberikan pelajaran berharga tentang penyebab kehancuran manusia, termasuk kaum laki-laki.

Menariknya, kehancuran seseorang menurut Al-Qur`an sering kali tidak diawali oleh kemiskinan atau lemahnya fisik, melainkan oleh rusaknya hati, hawa nafsu yang tak terkendali, hingga meninggalkan petunjuk Allah SWT.

Sejumlah ayat Al-Qur`an menjelaskan bagaimana seseorang dapat terjerumus ke dalam kehinaan apabila tidak mampu menjaga iman, akhlak, dan ketakwaannya.

Berikut beberapa awal mula kehancuran laki-laki menurut petunjuk Al-Qur`an.

1. Mengikuti Hawa Nafsu

Salah satu penyebab terbesar kehancuran manusia adalah menjadikan hawa nafsu sebagai pedoman hidup. Allah SWT memperingatkan agar manusia tidak mengikuti keinginan diri yang menjauhkan dari jalan-Nya.

Allah SWT berfirman:

وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ

Artinya: "Dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Sungguh, orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat karena mereka melupakan hari perhitungan." (QS. Shad: 26)

Ayat ini mengingatkan bahwa seorang laki-laki yang lebih menuruti hawa nafsunya daripada petunjuk Allah akan mudah kehilangan arah hidup, mengambil keputusan yang salah, dan akhirnya merugikan diri sendiri maupun keluarganya.

2. Lalai Mengingat Allah

Kesibukan mencari rezeki atau mengejar dunia tidak boleh membuat seorang muslim melupakan Allah SWT. Kelalaian terhadap dzikir dan ibadah menjadi pintu masuk berbagai kerusakan hati.

Allah SWT berfirman:

وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Artinya: "Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik." (QS. Al-Hasyr: 19)

Menurut para mufasir, lupa kepada Allah bukan sekadar tidak berdzikir, tetapi juga mengabaikan perintah dan larangan-Nya. Akibatnya, seseorang kehilangan arah hidup dan sulit membedakan mana yang benar dan salah.

3. Sombong dan Merasa Paling Hebat

Kesombongan menjadi sifat yang sangat dibenci Allah SWT. Banyak kisah dalam Al-Qur`an menunjukkan bahwa orang-orang yang sombong berakhir dengan kehancuran.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri." (QS. Luqman: 18)

Kesombongan dapat muncul karena jabatan, ilmu, harta, maupun kekuatan. Padahal semua itu hanyalah titipan Allah yang sewaktu-waktu dapat diambil kembali.

4. Meninggalkan Salat dan Menuruti Syahwat

Al-Qur`an juga mengingatkan bahwa meninggalkan salat lalu mengikuti syahwat menjadi awal dari kerusakan generasi.

Allah SWT berfirman:

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

Artinya: "Kemudian datanglah setelah mereka generasi yang menyia-nyiakan salat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui kesesatan." (QS. Maryam: 59)

Ayat ini menunjukkan bahwa ketika hubungan seorang laki-laki dengan Allah mulai rusak melalui kelalaian salat, maka kerusakan dalam aspek kehidupan lainnya pun akan mudah mengikuti.

5. Terlalu Mencintai Dunia

Islam tidak melarang mencari harta. Namun, ketika dunia menjadi tujuan utama, seseorang bisa melupakan kehidupan akhirat.

Allah SWT berfirman:

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ

Artinya: "Ketahuilah bahwa kehidupan dunia hanyalah permainan, senda gurau, perhiasan, saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak-anak." (QS. Al-Hadid: 20)

Ayat tersebut mengingatkan agar laki-laki tidak menjadikan dunia sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai sarana untuk meraih ridha Allah SWT.

6. Tidak Menjaga Pandangan dan Kehormatan

Pandangan yang tidak dijaga sering menjadi pintu masuk berbagai dosa yang lebih besar. Karena itu, Allah SWT memerintahkan laki-laki beriman untuk menjaga pandangan dan kemaluannya.

Allah SWT berfirman:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

Artinya: "Katakanlah kepada laki-laki yang beriman agar mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." (QS. An-Nur: 30)

Ayat ini menegaskan bahwa menjaga pandangan merupakan benteng pertama untuk menjaga kehormatan, rumah tangga, dan ketakwaan.