• TOUR & TRAVEL

Menjaga Berkah Bisnis Travel Umrah Sesuai Syariat

Yahya Sukamdani | Selasa, 16/06/2026
Menjaga Berkah Bisnis Travel Umrah Sesuai Syariat Ilustrasi foto travel haji dan umrah

Terasmuslim.com - Kompetisi bisnis travel umrah di tanah air kian hari kian menunjukkan dinamika yang sangat ketat.

Media Islami mengingatkan bahwa persaingan ini harus tetap berpijak pada koridor akhlak mulia.

Prinsip utama dalam perdagangan Islam adalah mengutamakan kejujuran dan melarang segala bentuk kecurangan.

Allah SWT secara tegas melarang hamba-Nya untuk saling menjatuhkan dalam urusan mencari rezeki.

Hal ini selaras dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur`an Surah Al-Baqarah ayat 188:

"Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil."

Ayat suci tersebut menjadi alarm keras bagi pemilik travel agar tidak menggunakan cara kotor demi menggaet jemaah.

Rasulullah SAW juga melarang umatnya melakukan praktik najasy, yaitu rekayasa harga untuk mengelabui pembeli.

Dalam sebuah hadist riwayat Imam Bukhari, Nabi Muhammad SAW bersabda dengan sangat jelas:

"Janganlah kalian melakukan praktik najasy (menawar barang tanpa maksud membeli untuk menjebak orang lain)."

Meniru program atau memotong harga secara tidak wajar (dumping) demi mematikan lawan juga mencederai muruah bisnis.

Pelaku usaha travel umrah seyogianya berlomba-lomba dalam meningkatkan kualitas pelayanan, bukan saling menjatuhkan.

Sikap saling menghargai antar pengusaha akan mendatangkan keberkahan yang berlipat ganda dari Allah SWT.

Ingatlah bahwa jemaah umrah adalah tamu Allah (dhuyufurrahman) yang harus dilayani dengan ketulusan hati yang murni.

Ketika etika Islam ditegakkan, iklim bisnis umrah akan menjadi ladang ibadah yang menenteramkan semua pihak.

Semoga para pelaku travel umrah di Indonesia mampu menjaga amanah ini demi meraih rida-Nya.