• KISAH

Kisah Tawadhu Abdullah bin Mubarak Menyentuh Keheningan Hati

Yahya Sukamdani | Kamis, 06/08/2026
Kisah Tawadhu Abdullah bin Mubarak Menyentuh Keheningan Hati Ilustrasi foto kesederhanaan ulama

Terasmuslim.com - Abdullah bin Mubarak dikenal sebagai sosok ulama terpandang yang memadukan keunggulan ilmu, kekayaan, dan ketinggian akhlak secara sempurna.

Meski memiliki kedudukan mulia di mata umat, beliau senantiasa menyembunyikan kebaikannya dan menolak untuk ditinggikan atau dihormati secara berlebihan.

Kerendahan hati beliau terpancar nyata ketika berinteraksi dengan masyarakat tanpa pernah menonjolkan kebesaran nama maupun nasabnya.

Sikap tawadhu ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Furqan ayat 63: "Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan `salam`."

Dalam sebuah perjalanan, beliau bahkan menolak diperlakukan khusus oleh para pengikutnya dan memilih melayani mereka secara langsung.

Beliau memegang teguh sabda Rasulullah SAW riwayat Muslim: "Tidaklah seseorang bertawadhu (merendahkan diri) karena Allah, melainkan Allah akan meninggikan derajatnya."

Sikap tawadhu yang sejati bagi ulama asal Merv ini adalah ketika seseorang selalu merasa orang lain lebih mulia dan berilmu dibanding dirinya sendiri.

Ketika dipuji atas kedalaman ilmunya, beliau justru kerap tertunduk malu dan mengkhawatirkan kesucian niatnya di hadapan Sang Pencipta.

Allah SWT mengingatkan manusia agar tidak menganggap dirinya paling suci dalam Surah An-Najm ayat 32: "Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci, Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa."

Bagi Abdullah bin Mubarak, kerendahan hati bukanlah bentuk kelemahan, melainkan pertanda kekuatan iman dan kematangan jiwa seseorang.

Beliau juga senantiasa menutupi amalan sedekahnya hingga penerimanya tidak mengetahui siapa penolong mereka yang sebenarnya.

Rasulullah SAW memuji amalan rahasia sebagaimana dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim tentang seseorang yang bersedekah hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan tangan kanannya.

Akhlak mulia ini membuat setiap patah kata dan nasihat yang keluar dari lisan beliau begitu berkesan serta melunakkan hati para pendengarnya.

Integrasi antara kedermawanan dan kerendahan hati menjadikan sosok beliau sebagai pilar inspirasi yang abadi bagi generasi Islam.

Meneladani kisah tawadhu Abdullah bin Mubarak membimbing kita untuk melatih ketulusan niat dan mengikis sifat sombong dalam kehidupan sehari-hari.