• KEISLAMAN

Prinsip Perlakukan Orang Lain Sebagaimana Engkau Ingin Diperlakukan

Yahya Sukamdani | Sabtu, 05/09/2026
Prinsip Perlakukan Orang Lain Sebagaimana Engkau Ingin Diperlakukan Ilustrasi foto berbuat baik kepada orang lain

Terasmuslim.com - Prinsip memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan merupakan fondasi utama dalam membangun akhlak mulia di dalam Islam.

Islam mengajarkan bahwa setiap kebaikan yang kita tanam kepada sesama sejatinya akan kembali kepada diri kita sendiri.

Prinsip keadilan dan kebaikan ini ditegaskan oleh Allah SWT dalam Surah Al-Isra` ayat 7: "Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri."

Seorang Muslim belum dianggap mencapai kesempurnaan iman jika ia belum memiliki rasa empati yang tinggi terhadap saudaranya.

Kesempurnaan iman ini berlandaskan hadis riwayat Bukhari dan Muslim: "Tidak beriman salah seorang di antara kamu hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri."

Dalam aspek keselamatan akhirat, Rasulullah SAW juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap kepada orang lain bila ingin terhindar dari siksa neraka.

Diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang ingin dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, hendaknya ia mendatangi orang lain sebagaimana ia suka orang lain mendatangi dirinya."

Ajaran luhur ini menuntun kita untuk selalu memposisikan diri di sudut pandang orang lain sebelum bertindak atau berucap.

Apabila kita tidak suka disakiti, difitnah, atau direndahkan, maka jangan pernah melakukan hal buruk tersebut kepada orang lain.

Sebaliknya, jika kita merindukan penghormatan dan kasih sayang, maka mulailah dengan memberikan hal tersebut kepada sesama.

Al-Qur`an menuntun kita dalam Surah An-Nahl ayat 90 untuk senantiasa menegakkan keadilan dan berbuat kebaikan kepada siapa pun.

Tindakan menzalimi orang lain hanya akan mendatangkan kerugian besar serta kebangkrutan pahala di hari pembalasan kelak.

Dengan mengamalkan prinsip mulia ini, kerukunan dan rasa saling menghargai akan terwujud dalam kehidupan bermasyarakat.

Setiap tutur kata dan perbuatan yang dilandasi empati akan menjadi cerminan keindahan ajaran Islam yang rahmatan lil `alamin.

Mari kita jadikan kaidah emas ini sebagai pedoman harian dalam berinteraksi agar meraih keridaan Allah SWT.