• KEISLAMAN

Bahaya Tren Konten Maksiat Demi Mengejar Kepopuleran Digital

Yahya Sukamdani | Jum'at, 04/09/2026
Bahaya Tren Konten Maksiat Demi Mengejar Kepopuleran Digital Ilustrasi viral di konten medsos

Terasmuslim.com - Fenomena mengunggah konten bermuatan maksiat demi meraih atensi publik kini makin marak di dunia digital.

Sebagian orang rela mengabaikan batasan agama hanya demi mendapatkan jumlah tayangan serta apresiasi maya.

Tren ini menunjukkan penurunan kesadaran spiritual akibat tergiur oleh standar popularitas media sosial belaka.

Mengumbar perbuatan dosa di ruang publik secara sengaja merupakan tindakan yang amat dibenci oleh Allah.

Rasulullah SAW bersabda, "Setiap umatku akan dimaafkan kecuali orang-orang yang mengumbar perbuatan dosanya." (HR. Bukhari dan Muslim).

Perbuatan maksiat yang dijadikan hiburan tidak hanya merusak diri sendiri, tetapi juga memberi dampak buruk bagi penontonnya.

Setiap pihak yang membagikan atau mengajak pada keburukan akan menanggung dosa jariyah dari perbuatannya tersebut.

Rasulullah SAW mengingatkan, "Barang siapa mengajak kepada kesesatan, ia mendapatkan dosa seperti dosa orang-orang yang mengikutinya." (HR. Muslim).

Langkah mengejar sensasi instan di media sosial sejatinya dapat mengikis benteng keimanan di dalam hati manusia.

Allah Ta`ala berfirman dalam Surah Al-An`am ayat 120, "Dan tinggalkanlah dosa yang tampak dan yang tersembunyi."

Ayat tersebut menjadi peringatan keras bagi kita untuk senantiasa menjaga kehormatan di mana pun berada.

Digitalisasi hendaknya dimanfaatkan sebagai sarana menyebarkan kebaikan dan dakwah, bukan wadah mengumbar kemaksiatan.

Popularitas di mata manusia tidak ada artinya jika harus mengorbankan keridhaan Sang Maha Pencipta.

Mari kita melakukan introspeksi diri serta menyaring setiap konten yang diproduksi maupun dikonsumsi harian.

Semoga Allah senantiasa membimbing kita agar teguh menjaga iman di tengah maraknya fitnah akhir zaman.