• KEISLAMAN

Bahaya Syubhat, Ketika Perkara Samar Mengancam Kemurnian Iman

Yahya Sukamdani | Rabu, 01/04/2026
Bahaya Syubhat, Ketika Perkara Samar Mengancam Kemurnian Iman Ilustrasi foto membaca Al quran menjaga iman

Terasmuslim.com - Syubhat merupakan perkara yang samar antara halal dan haram dalam pandangan syariat. Keberadaannya seringkali membuat seseorang ragu dalam menentukan sikap. Dalam Islam, kondisi ini sangat berbahaya karena dapat menyeret hati kepada penyimpangan.

Rasulullah SAW telah mengingatkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Beliau bersabda bahwa yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya terdapat perkara syubhat. Barang siapa yang menjauhi syubhat, maka ia telah menjaga agama dan kehormatannya.

Bahaya syubhat tidak hanya pada tindakan lahiriah, tetapi juga merusak hati secara perlahan. Ketika seseorang terbiasa meremehkan perkara yang samar, sensitivitas terhadap dosa akan menurun. Akhirnya, ia bisa terjerumus ke dalam yang haram tanpa disadari.

Al-Qur’an mengingatkan agar kaum beriman tidak mengikuti sesuatu tanpa ilmu yang jelas. Dalam Surah Al-Isra ayat 36, Allah melarang mengikuti apa yang tidak diketahui kebenarannya. Ayat ini menjadi dasar penting untuk menjauhi syubhat dalam kehidupan sehari-hari.

Syubhat juga sering muncul dalam bentuk pemikiran dan ideologi yang menyesatkan. Jika tidak dibentengi dengan ilmu syar’i, seseorang bisa terpengaruh oleh pemahaman yang keliru. Oleh karena itu, menuntut ilmu menjadi kewajiban untuk membedakan yang haq dan batil.

Para ulama salaf sangat berhati-hati terhadap perkara syubhat. Mereka lebih memilih meninggalkan sesuatu yang meragukan demi menjaga kemurnian agama. Sikap wara’ ini menjadi teladan penting bagi umat Islam di tengah zaman penuh fitnah.

Kesimpulannya, menjauhi syubhat adalah bentuk penjagaan iman yang sangat penting. Dengan berpegang pada Al-Qur’an dan Sunnah, seorang Muslim dapat terhindar dari kesesatan. Maka, kehati-hatian dalam setiap perkara adalah kunci keselamatan dunia dan akhirat.