Ilustrasi foto jaga stamina saat haji
Terasmuslim.com - Menjaga kesehatan fisik saat menunaikan ibadah haji merupakan bagian dari upaya menjaga amanah tubuh agar ibadah berjalan sempurna.
Jamaah haji wajib menyadari bahwa fisik yang kuat adalah modal utama dalam menjalankan rangkaian rukun yang menguras tenaga.
Prinsip menjaga kesehatan ini selaras dengan pesan Al-Qur`an dalam QS. Al-Baqarah ayat 195 untuk tidak menjerumuskan diri dalam kebinasaan.
Langkah awal yang paling krusial adalah memastikan tubuh selalu terhidrasi dengan cukup minum air zam-zam atau air mineral di tengah cuaca panas.
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis bahwa: "Air zam-zam itu sesuai dengan niat orang yang meminumnya." (HR. Ibnu Majah).
Selain hidrasi, jamaah sangat disarankan untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang guna menjaga daya tahan tubuh dari serangan penyakit.
Istirahat yang berkualitas di sela waktu ibadah menjadi kunci agar stamina tidak drop sebelum mencapai puncak haji di Wukuf Arafah.
Penggunaan masker dan pelindung diri saat berada di kerumunan massa sangat efektif untuk mencegah penularan virus pernapasan.
Islam sangat menekankan perlindungan jiwa (Hifdzun Nafs), sehingga menjaga kesehatan saat haji termasuk dalam kategori ibadah.
Jamaah diharapkan rajin mencuci tangan dan menjaga kebersihan lingkungan maktab demi kenyamanan bersama selama di Tanah Suci.
Kekuatan mukmin yang sehat lebih dicintai Allah sesuai hadis: "Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah." (HR. Muslim).
Lakukan peregangan otot secara rutin untuk menghindari kram atau kelelahan berlebih setelah melakukan tawaf dan sai.
Segera berkonsultasi dengan tim medis yang bertugas jika merasakan gejala gangguan kesehatan sekecil apa pun selama perjalanan.
Membawa obat-obatan pribadi yang sesuai dengan anjuran dokter adalah langkah preventif yang sangat bijaksana bagi para jamaah.
Dengan fisik yang sehat dan batin yang tenang, insya Allah gelar haji mabrur akan lebih mudah untuk digapai dengan ridha-Nya.