• KEISLAMAN

Nabi Muhammad Lebih Tampan dari Nabi Yusuf? Ini Penjelasan Quraish Shihab

Agus Mughni Muttaqin | Rabu, 02/07/2025
Nabi Muhammad Lebih Tampan dari Nabi Yusuf? Ini Penjelasan Quraish Shihab Ilustrasi Nabi Muhammad, Rasulullah SAW (Foto: IStockphoto)

Terasmuslim.com - Ketampanan Nabi Muhammad SAW sering kali menjadi topik yang luput dari sorotan utama, tertutupi oleh keagungan akhlaknya dan kemuliaan risalahnya. Namun, dalam ceramahnya, cendekiawan Muslim ternama, M. Quraish Shihab, mengangkat sisi yang jarang dibahas ini: Nabi Muhammad bukan hanya tampan, tetapi juga memiliki wibawa yang menakjubkan – perpaduan yang jarang sekali dimiliki manusia.

"Nabi Yusuf itu sangat tampan, tapi Nabi Muhammad lebih tampan," tutur Quraish Shihab. "Hanya saja, wibawanya begitu luar biasa, sampai-sampai para sahabat tak sanggup menatap wajah beliau secara langsung."

Ketampanan dan Wibawa yang Membuat Takut Menatap

Menurut Quraish Shihab, banyak orang keliru menyimpulkan bahwa Nabi Yusuf AS adalah manusia paling tampan hanya karena kisahnya dalam Al-Qur`an yang membuat wanita Mesir sampai tak sadar melukai tangannya. Padahal, ketampanan Nabi Muhammad SAW jauh melebihi itu, hanya saja keindahannya tertutup oleh aura kewibawaannya.

"Wibawa Nabi menutupi keelokannya. Kalau Nabi Yusuf tampan tapi tak menundukkan pandangan orang, Nabi Muhammad membuat orang menunduk karena rasa hormat yang mendalam," lanjut Quraish.

Fisik Menawan, Hati Lebih Mempesona

Riwayat dari para sahabat menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW memiliki postur yang proporsional, kulit yang cerah, dan rambut terurai rapi yang kadang-kadang menyentuh telinga. Dalam satu hadis disebutkan:

"Saya tidak pernah melihat seseorang yang lebih tampan daripada Rasulullah. Rambutnya terurai rapi, dan saat beliau mengenakan pakaian merah, tak ada sosok yang lebih mempesona dari beliau."
(HR. Tirmidzi)

Namun, keindahan fisiknya bukanlah daya tarik utama beliau. Justru kasih sayang dan kehangatan pribadinya yang membuat manusia jatuh hati.

Mencintai Sebelum Dicintai

Salah satu keunikan Nabi adalah sifatnya yang penuh cinta dan empati, bahkan kepada orang yang belum mengenalnya.

"Nabi itu mencintai sebelum dicintai," ucap Quraish Shihab. "Kalau ada yang berbuat salah, Nabi menegur dengan penuh kasih, sehingga orang yang ditegur justru merasa dihargai."

Contoh yang terkenal adalah saat seorang Arab Badui buang air kecil di masjid. Alih-alih memarahinya, Nabi menunggu ia selesai, lalu menasihatinya dengan lembut.

Sosok yang Memikat Sebelum Ajarannya Dipahami

Nabi Muhammad SAW adalah perpaduan sempurna antara ketampanan fisik, keagungan spiritual, dan kekuatan moral. Sosok beliau menjadi daya tarik sejak pertama kali dilihat, bahkan sebelum seseorang mendalami Islam.

Namun, Quraish Shihab mengingatkan bahwa pesona Nabi bukan untuk dikultuskan secara fisik semata.

"Ada orang-orang yang murtad setelah Nabi wafat. Karena mereka mencintai sosok, bukan ajaran. Padahal Allah ingin kita mencintai Nabi karena ajarannya, lalu sosoknya."

Ketampanan Nabi Muhammad SAW bukanlah untuk memanjakan mata, tetapi menjadi gerbang menuju cinta yang lebih dalam—cinta pada akhlak, misi kenabian, dan kasih sayang universal yang beliau bawa. Sebuah ketampanan yang bukan hanya memesona, tapi juga mendidik jiwa. (*)

Wallohu`alam