Ilustrasi wanita memakai cadar
Terasmuslim.com - Ummu Habibah binti Abu Sufyan adalah sosok wanita mulia yang menunjukkan keteguhan iman luar biasa sejak awal masa Islam.
Ia terlahir dari keluarga terpandang di Mekah, namun panggilan hidayah membuatnya berani memilih jalan yang berbeda dari kaumnya.
Keteguhannya diuji saat ia harus meninggalkan tanah kelahirannya demi mempertahankan keyakinan dalam peristiwa hijrah ke Habasyah.
Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nahl ayat 110 mengenai kemuliaan orang-orang yang berhijrah setelah mendapatkan cobaan.
Di negeri pengasingan, ujian berat menghantam jiwanya ketika sang suami memutuskan untuk murtad dari agama Islam.
Meski ditinggalkan dan diasingkan oleh keluarga besarnya di Mekah, Ummu Habibah tetap berdiri kokoh di atas tauhid.
Ia menolak mengikuti jejak suaminya dan lebih memilih hidup dalam kesendirian demi menjaga kemurnian imannya kepada Allah.
Kesabarannya merupakan cerminan dari hadis Nabi SAW bahwa besarnya pahala berbanding lurus dengan besarnya ujian yang dihadapi.
Kisah kesendiriannya di Habasyah akhirnya terdengar oleh Rasulullah SAW yang kemudian menunjukkan kemuliaan budi pekertinya.
Rasulullah SAW meminang Ummu Habibah melalui perantara Raja Najasyi sebagai bentuk penghormatan atas keteguhan hatinya.
Pernikahan ini sekaligus menjadi bukti bahwa Allah akan memberikan jalan keluar bagi hamba-Nya yang bertakwa.
Hal ini selaras dengan janji Allah dalam Surah At-Talaq ayat 2 bahwa Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesulitan.
Bahkan ketika ayahnya, Abu Sufyan, berkunjung ke rumahnya, Ummu Habibah menunjukkan loyalitas tinggi kepada Rasulullah SAW.
Ia melipat tikar tempat duduk Nabi agar tidak diduduki oleh ayahnya yang saat itu masih dalam keadaan musyrik.
Kisah Ummu Habibah mengajarkan kita bahwa iman adalah harta paling berharga yang tidak boleh ditukar dengan apa pun di dunia ini.