• KEISLAMAN

Pentingnya Prinsip Tabayyun Menghadapi Badai Hoaks Informasi

Yahya Sukamdani | Minggu, 14/06/2026
Pentingnya Prinsip Tabayyun Menghadapi Badai Hoaks Informasi Ilustrasi foto media sosial

Terasmuslim.com - Laju peredaran informasi di era digital yang berjalan sangat cepat sering kali membawa dampak negatif berupa sebaran hoaks.

Kabar bohong dan disinformasi berpotensi memicu fitnah, merusak nama baik, hingga menghancurkan tali persaudaraan antar-sesama.

Sebagai umat muslim yang bijak, kita tidak boleh menelan mentah-mentah setiap berita yang melintas di lini masa media sosial.

Islam telah menyediakan sebuah sistem penyaringan informasi yang sangat komprehensif melalui konsep yang disebut dengan tabayyun.

Allah SWT secara tegas memerintahkan hambanya untuk melakukan klarifikasi mendalam ketika menerima suatu berita dari sumber yang meragukan.

"Wahai orang-orang yang beriman! Jika seorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan..." (QS. Al-Hujurat: 6)

Ayat suci tersebut menjadi panduan etis utama agar kita tidak menjadi pelaku penyebar fitnah akibat kecerobohan literasi.

Meneliti kebenaran fakta, memeriksa kredibilitas sumber, dan menimbang dampak berita sebelum membagikannya adalah wujud nyata dari keimanan.

Rasulullah SAW juga mengingatkan umatnya agar tidak mudah berbicara atau menyebarkan informasi tanpa adanya bukti otentik yang jelas.

Beliau mengkategorikan tindakan menceritakan setiap hal yang didengar tanpa disaring terlebih dahulu sebagai sebuah bentuk kedustaan.

"Cukuplah seseorang dikatakan berdusta jika ia menceritakan setiap apa yang didengarnya." (HR. Muslim)

Menyebarkan hoaks, meskipun tanpa sengaja atau sekadar ikut-ikutan, tetap akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah kelak.

Oleh karena itu, jempol kita harus dikendalikan oleh akal sehat dan hati yang bertakwa sebelum menekan tombol share di gawai.

Prinsip tabayyun juga menjadi benteng pertahanan umat dari upaya adu domba yang dilancarkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Mari kita jadikan ruang digital kita sebagai sarana yang sejuk, edukatif, aman, serta bersih dari polusi informasi palsu.

Semoga Allah SWT senantiasa menganugerahkan kita kearifan dalam berpikir dan melindungi kita dari bahaya lisan maupun tulisan yang dusta.