• KEISLAMAN

Anak Mulai Jarang Bicara dengan Orang Tua, Lakukan Ini

Yahya Sukamdani | Sabtu, 15/08/2026
Anak Mulai Jarang Bicara dengan Orang Tua, Lakukan Ini Ilustrasi foto mendidik dan komunikasi dengan anak

Terasmuslim.com - Perubahan sikap anak yang menjadi pasif dan jarang mengajak orang tua berbicara sering kali membuat hati para orang tua merasa cemas.

Fenomena ini umumnya terjadi seiring bertambahnya usia anak dan perubahan lingkungan sosial tempat mereka berinteraksi.

Dalam pandangan Islam, anak merupakan amanah sekaligus perhiasan hidup yang wajib dirawat dengan penuh kasih sayang serta kelembutan.

Allah SWT telah menegaskan kedudukan anak dalam Al-Qur`an Surah Al-Kahf ayat 46: "Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia."

Ketika komunikasi mulai renggang, langkah pertama yang perlu dilakukan orang tua adalah mengevaluasi cara berinteraksi sehari-hari.

Orang tua hendaknya tidak terburu-buru menghakimi, melainkan mulai mendengarkan cerita anak dengan penuh kesabaran dan tanpa menyela.

Rasulullah SAW senantiasa memberikan teladan utama dalam mendengarkan setiap perkataan orang lain dengan perhatian penuh.

Dalam hadits riwayat Al-Bukhari, Rasulullah SAW menegaskan keluhuran sifat kelembutan: "Sesungguhnya kelembutan tidaklah ada pada sesuatu melainkan akan menghiasinya."

Selain pendekatan emosional, Al-Qur`an juga mengajarkan pentingnya pola komunikasi yang santun dan menenangkan jiwa.

Prinsip komunikasi yang penuh kelembutan ini tercantum dalam Surah Isra` ayat 28 melalui firman-Nya: "Maka katakanlah kepada mereka ucapan yang pantas."

Orang tua disarankan untuk mencari waktu luang yang santai agar anak merasa nyaman untuk membuka diri secara perlahan.

Mengajak anak beribadah bersama serta mendoakan kebaikan untuk mereka secara konsisten dapat melunakkan kerasnya hati.

Dalam hadits riwayat Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda bahwa doa orang tua untuk anaknya termasuk dalam doa yang sangat mustajab.

Membangun kembali ikatan komunikasi memang membutuhkan proses, ketabahan, serta konsistensi yang cukup tinggi dari kedua orang tua.

Dengan landasan kasih sayang dan bimbingan nilai-nilai syariat, hubungan hangat antara orang tua dan anak pasti dapat terjalin kembali.