• KISAH

Ini Tokoh Penyebar Islam di Sumatra

Yahya Sukamdani | Minggu, 16/11/2025
Ini Tokoh Penyebar Islam di Sumatra Ilustrasi tokoh Islam Indonesia

Terasmuslim.com - Sejarah mencatat bahwa Sumatra merupakan wilayah pertama yang menerima dan menyebarkan ajaran Islam di Nusantara. Tokoh penting yang paling awal dikenal adalah Sultan Malik al-Saleh, pendiri Kerajaan Samudra Pasai di Aceh. Beliau memimpin kerajaan Islam pertama di Indonesia dan wafat pada 1297 M. Di bawah kepemimpinannya, Samudra Pasai berkembang menjadi pusat perdagangan dan dakwah yang berpengaruh di kawasan Selat Malaka.

Setelahnya, peran Sultan Malik az-Zahir, putra Sultan Malik al-Saleh, juga sangat besar. Ia memperluas jaringan dakwah dan hubungan internasional dengan para pedagang Muslim dari Arab, Persia, serta Gujarat. Kerajaannya menjadi rujukan bagi para ulama dan pelajar yang ingin mendalami ajaran Islam.

Di Aceh, muncul pula tokoh penting seperti Sultan Iskandar Muda pada abad ke-17. Selain memperkuat kekuasaan Aceh Darussalam, ia mendukung secara penuh kegiatan dakwah dan pendidikan Islam. Pada masa ini, Aceh menjadi pusat studi Islam terbesar di Asia Tenggara dengan kehadiran ulama besar seperti Syamsuddin as-Sumatrani dan Hamzah Fansuri, dua tokoh sufi terkenal yang menulis karya-karya penting dalam bahasa Melayu.

Di wilayah Minangkabau, penyebaran Islam dipelopori oleh para ulama tarikat, seperti Syekh Burhanuddin Ulakan pada abad ke-17. Beliau dikenal sebagai murid Syekh Abdurrauf as-Singkili dari Aceh dan berperan besar menyebarkan Islam ke pesisir barat Sumatra. Metode dakwahnya yang menggunakan surau sebagai pusat pendidikan menjadi cikal bakal tradisi intelektual Islam Minangkabau.

Tokoh lain adalah Tuanku Imam Bonjol, ulama sekaligus pemimpin gerakan Padri pada awal abad ke-19. Meskipun gerakan ini berkembang menjadi konflik, ia tetap dikenang sebagai tokoh yang berperan dalam pemurnian ajaran Islam dan pendidikan agama di Sumatra Barat.

Sementara itu, para pedagang Muslim dari Timur Tengah juga turut berperan aktif di kawasan pesisir Sumatra, khususnya di Aceh, Riau, dan Palembang. Interaksi ekonomi dan budaya melalui jalur perdagangan menjadikan Islam berkembang lebih cepat dibanding wilayah Nusantara lainnya.

Tokoh-tokoh tersebut memberikan fondasi penting bagi perkembangan Islam di Sumatra. Melalui pendidikan, perdagangan, sastra, dan kepemimpinan politik, mereka memastikan ajaran Islam tumbuh kuat dan berakar di tengah masyarakat hingga sekarang.