Ilustrasi foto bermain social media
Terasmuslim.com - Jagat media sosial hari ini hampir setiap pekan selalu melahirkan tren baru yang cepat sekali menjadi viral dan diikuti jutaan orang.
Banyak di antara tren tersebut yang sifatnya sekadar hiburan kosong, konyol, bahkan cenderung tidak memiliki nilai manfaat sama sekali.
Arus FOMO (Fear of Missing Out) membuat sebagian besar generasi muda Muslim merasa harus ikut serta demi sebuah pengakuan digital.
Padahal, sebagai seorang hamba, waktu adalah modal paling berharga yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban secara terperinci di akhirat.
Islam memandang bahwa mengikuti sesuatu yang tidak mendatangkan kebaikan, baik untuk dunia maupun akhirat, adalah tindakan yang tercela.
Allah SWT secara tegas telah memberikan tuntunan hidup agar kita menjauhkan diri dari perbuatan yang sia-sia di dalam Al-Qur`an Surah Al-Mu`minun ayat 3.
"Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna." (QS. Al-Mu`minun: 3).
Ayat di atas menjadi salah satu ciri utama dari karakter seorang mukmin yang bertakwa dan memiliki kualitas iman yang tinggi.
Setiap Muslim dituntut untuk bersikap selektif dan kritis dalam memilah mana aktivitas digital yang bernilai ibadah dan mana yang dusta.
Rasulullah SAW juga telah memberikan rambu-rambu yang sangat jelas sebagai pedoman kita dalam menilai kualitas keislaman seseorang.
Dalam sebuah hadis riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda bahwa di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya.
Menghabiskan energi, waktu, dan kreativitas hanya demi konten viral yang kosong merupakan bentuk kerugian spiritual yang sangat nyata.
Rasulullah SAW bahkan mengingatkan dalam hadis lain bahwa ada dua nikmat yang sering kali membuat manusia tertipu, yaitu kesehatan dan waktu luang.
Oleh karena itu, sebelum jempol kita bergerak mengikuti sebuah tren, tanyakan pada diri sendiri apakah tindakan ini diridai Allah atau tidak.
Mari kita alihkan fokus dan kreativitas digital kita untuk menciptakan tren-tren kebaikan yang dapat mengalirkan pahala jariah bagi sesama.
Jadilah pelopor kebaikan di ruang siber, bukan sekadar pengikut arus yang hanyut dalam kesia-siaan dunia maya yang fana ini.