Ilustrasi dosa dan amal
Terasmuslim.com - Kematian adalah satu-satunya kepastian di dunia ini yang kedatangannya tidak pernah bisa dinegosiasikan oleh siapapun.
Banyak manusia yang terlalu sibuk menimbun harta dan mengejar jabatan, seolah-olah mereka akan hidup selamanya di bumi ini.
Padahal, ketika malaikat maut datang menjemput, seluruh kemewahan duniawi itu akan ditinggalkan dan tidak akan dibawa masuk ke liang lahat.
Sebagai seorang Muslim yang bijak, kita harus menyadari bahwa kehidupan dunia ini hanyalah ladang tempat menanam bekal menuju akhirat.
Islam mengajarkan bahwa bekal terbaik yang harus dipersiapkan dengan matang untuk perjalanan panjang tersebut adalah ketakwaan.
Pesan mendalam mengenai pentingnya membawa bekal takwa ini telah digariskan oleh Allah SWT di dalam Al-Qur`an Surah Al-Baqarah ayat 197.
"Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa, dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang mempunyai akal." (QS. Al-Baqarah: 197).
Ayat ini menjadi pengingat yang sangat kuat bahwa tanpa iman dan amal saleh, perjalanan kita di alam kubur akan terasa sangat sunyi dan menyiksa.
Ketakwaan itulah yang akan menjelma menjadi cahaya penerang di dalam kegelapan kubur saat semua orang telah pergi meninggalkan kita sendiri.
Selain ketakwaan secara umum, ada tiga investasi pahala yang akan terus mengalir meskipun tubuh kita sudah hancur menyatu dengan tanah.
Rasulullah SAW telah memberikan bocoran berharga mengenai amalan yang tidak akan pernah terputus pahalanya melalui sebuah hadis yang sangat populer.
Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.
Ketiga hal inilah yang sejatinya harus kita kejar dan bangun dengan sungguh-sungguh selama napas masih dikandung badan.
Jangan sampai kita menjadi golongan orang yang merugi, yang baru meminta dihidupkan kembali untuk beramal saat kain kafan sudah membalut tubuh.
Oleh karena itu, mari kita manfaatkan sisa umur yang ada untuk memperbanyak sujud, memperluas sedekah, dan memperbaiki akhlak kepada sesama.
Mari kita ketuk pintu ampunan-Nya hari ini, agar saat waktu kita habis kelak, kita berada dalam kondisi terbaik yaitu husnul khatimah.