Ilustrasi foto ruh diangkat dari kubur
Terasmuslim.com - Hari Perhitungan Amal atau Yaumul Hisab adalah momen paling menegangkan di mana seluruh umat manusia dari awal penciptaan hingga akhir zaman akan dikumpulkan.
Pada hari yang mahadahsyat itu, tidak ada lagi ruang untuk bersembunyi, merekayasa fakta, ataupun mencari pembelaan dari manusia lain.
Matahari akan didekatkan sedemikian rupa di atas kepala, hingga setiap orang akan tenggelam dalam keringatnya sendiri sesuai dengan kadar dosa masing-masing.
Suasana mencekam ini akan membuat setiap individu menjadi sangat panik, bahkan seorang ibu pun akan melupakan anak kandung yang sangat dicintainya di dunia.
Islam menggambarkan Yaumul Hisab sebagai fase keadilan mutlak, di mana setiap perbuatan sekecil debu akan ditimbang dengan sangat presisi.
Kepastian mengenai pembukaan lembaran catatan amal ini telah ditegaskan oleh Allah SWT di dalam Al-Qur`an Surah Al-Zalzalah ayat 7-8.
"Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya." (QS. Al-Zalzalah: 7-8).
Ayat tersebut menjadi peringatan keras bagi kita semua bahwa tidak ada satu pun dosa ataupun pahala tersembunyi yang akan lolos dari pemeriksaan-Nya.
Uniknya, pada hari itu mulut manusia akan dikunci rapat-rapat sehingga tidak ada lagi kebohongan yang bisa diucapkan oleh para pelaku maksiat.
Sebagai gantinya, organ-organ tubuh kita sendirilah yang akan maju ke depan menjadi saksi hidup atas apa yang telah kita lakukan selama di dunia.
Rasulullah SAW juga telah memberikan gambaran yang sangat detail mengenai proses interogasi langsung yang akan dihadapi oleh setiap hamba kelak.
Dalam sebuah hadis riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda bahwa kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sebelum ditanya tentang empat perkara: umurnya untuk apa dihabiskan, ilmunya bagaimana diamalkan, hartanya dari mana diperoleh dan ke mana dibelanjakan, serta tubuhnya untuk apa digunakan.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan terasa sangat berat bagi mereka yang selama hidup di dunia selalu memperturutkan hawa nafsu dan kelalaian.
Sebaliknya, bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa, proses persidangan agung ini akan dilalui dengan penuh kemudahan serta ketenangan yang luar biasa.
Oleh karena itu, mari kita manfaatkan sisa waktu di dunia ini untuk selalu melakukan muhasabah atau evaluasi diri secara jujur sebelum datangnya hari perhitungan yang nyata.
Persiapkanlah jawaban terbaik untuk setiap jengkal aktivitas kita hari ini, agar lembaran kitab amal kita kelak diterima dengan tangan kanan penuh sukacita.