• KEISLAMAN

Sebelum Bagikan Berita di WhatsApp, Ingat Prinsip Tabayyun

Yahya Sukamdani | Sabtu, 15/08/2026
Sebelum Bagikan Berita di WhatsApp, Ingat Prinsip Tabayyun Ilustrasi foto bermain social media

Terasmuslim.com - Kecepatan arus informasi di platform perpesanan seperti WhatsApp sering kali membuat masyarakat tergoda untuk langsung membagikan pesan tanpa menyaringnya terlebih dahulu.

Kebiasaan asal sebarkan berita tanpa memverifikasi kebenarannya berpotensi besar menyebarkan hoaks serta menimbulkan fitnah di tengah masyarakat.

Islam secara tegas mengajarkan prinsip tabayyun, yaitu memeriksa dan meneliti kebenaran suatu informasi sebelum meneruskannya kepada orang lain.

Perintah melakukan tabayyun ini telah termaktub secara jelas dalam Al-Qur`an Surah Al-Hujurat ayat 6.

Dalam ayat tersebut Allah SWT berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kecerobohan."

Menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya bukan hanya tindakan yang tidak bertanggung jawab, melainkan juga bentuk kebohongan yang nyata.

Rasulullah SAW telah memberikan peringatan keras mengenai bahaya menceritakan atau membagikan setiap hal yang didengar tanpa disaring.

Dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda: "Cukuplah seseorang dikatakan berdusta apabila ia menceritakan setiap apa yang ia dengar."

Dampak buruk dari penyebaran berita bohong dapat merusak ikatan silaturahmi serta memicu perpecahan di dalam grup percakapan keluarga maupun sahabat.

Allah SWT juga mengingatkan agar setiap muslim tidak mengikuti atau menyebarkan sesuatu yang tidak memiliki dasar pengetahuan yang jelas.

Peringatan tersebut ditegaskan dalam Surah Al-Isra` ayat 36: "Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui, karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan dimintai pertanggungjawabannya."

Setiap jari yang mengetik dan menekan tombol forward di media sosial akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT kelak.

Oleh karena itu, penting untuk selalu menahan diri serta memastikan kebenaran dan manfaat dari sebuah pesan sebelum membagikannya.

Nabi Muhammad SAW mengingatkan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim bahwa siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.

Dengan mengedepankan sikap kritis dan hati-hati, kita tidak hanya menjaga kebersihan ruang digital tetapi juga melindungi diri dari dosa penyebaran fitnah.