Ilustrasi mukjizat Nabi Musa membelah lautan.
Terasmuslim.com - Nabi Musa AS merupakan rasul Ulul Azmi yang diutus oleh Allah SWT untuk menghadapi Fir`aun, penguasa paling sombong dalam sejarah.
Fir`aun tidak hanya bertindak sewenang-wenang terhadap Bani Israil, tetapi juga melampaui batas dengan mengklaim dirinya sebagai tuhan.
Kendati menghadapi penguasa yang sangat jahat dan berkuasa, Nabi Musa AS diperintahkan untuk memulai dakwahnya dengan sikap yang lembut.
Perintah menyampaikan kebenaran secara santun tersebut terabadikan dalam Surah Thaha ayat 43-44: "Pergilah kamu berdua kepada Fir`aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas; maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut."
Nabi Musa AS bersama saudaranya, Nabi Harun AS, membentangkan buktinya lewat mukjizat berupa tongkat yang berubah menjadi ular besar.
Namun, keangkuhan menutup hati Fir`aun sehingga ia justru menuduh Nabi Musa AS sebagai pesihir dan mengumpulkannya dengan para ahli sihir kerajaan.
Para pesihir yang menyadari kebenaran mukjizat Nabi Musa AS seketika sujud dan beriman kepada Allah SWT meskipun diancam hukuman mati oleh Fir`aun.
Ancaman serta ancaman keji Fir`aun tidak pernah menyurutkan langkah Nabi Musa AS dalam melindungi dan membimbing kaumnya.
Ketika terdesak di tepi Laut Merah dengan kejaran pasukan Fir`aun dari belakang, keimanan Nabi Musa AS tidak pernah goyah sedikit pun.
Keteguhan keyakinan beliau diabadikan dengan indah dalam Surah Asy-Syu`ara ayat 62: "Musa menjawab, `Sekali-kali tidak akan terkejar; sesungguhnya Tuhanku besertaku, Kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku`."
Atas izin Allah SWT, Laut Merah terbelah menjadi jalan menyelamatkan Bani Israil, sementara Fir`aun dan pasukannya tenggelam binasa.
Peristiwa kemenangan kebenaran atas kezaliman ini dirayakan umat Islam melalui puasa sunah Asyura setiap tanggal 10 Muharram.
Rasulullah SAW menegaskan keutamaan memeringati penyelamatan Nabi Musa AS dalam sebuah hadis riwayat Bukhari: "Kami lebih berhak dan lebih utama terhadap Musa daripada kalian, maka Rasulullah SAW berpuasa pada hari itu dan memerintahkan untuk berpuasa."
Keberanian Nabi Musa AS mengajarkan bahwa kekuasaan manusia sekuat apa pun tidak akan pernah mampu menandingi kekuasaan Allah SWT.
Kisah beliau menjadi edukasi abadi bagi setiap muslim untuk senantiasa berani menyuarakan kebenaran dan menolak segala bentuk kezaliman.