Ilustrasi mummi Firaun (foto:kompasiana)
Terasmuslim.com - Sejarah mencatat kisah legendaris perjuangan Nabi Musa Alaihissalam dalam menghadapi kezaliman serta kesombongan Firaun di tanah Mesir.
Firaun melampaui batas keangkuhannya dengan mengklaim dirinya sebagai tuhan yang wajib disembah oleh seluruh rakyatnya.
Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman memperingatkan kesombongan Firaun dalam Surah An-Nazi`at ayat 24: "Seraya berkata, `Akulah tuhanmu yang paling tinggi.`"
Nabi Musa AS diutus oleh Allah SWT membawa mukjizat nyata untuk mendakwahi Firaun agar kembali ke jalan tauhid.
Meskipun diberikan berbagai tanda kekuasaan Allah yang nyata, hati Firaun tetap keras dan menolak kebenaran.
Keangkuhan penguasa yang merasa diri paling berkuasa sering kali menjadi awal dari kehancuran mereka sendiri.
Dalam Al-Qur`an Surah Al-Qasas ayat 39, Allah menegaskan bagaimana Firaun dan tentaranya berlaku sombong di bumi tanpa alasan yang benar.
Nabi Muhammad SAW mengingatkan bahaya kesombongan dalam hadis riwayat Muslim: "Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat seberat zarrah kesombongan."
Ketika kezaliman Firaun semakin memuncak, Allah memerintahkan Nabi Musa AS untuk membawa Bani Israil keluar dari tanah Mesir.
Firaun bersama pasukan tentaranya mengejar Nabi Musa AS hingga ke tepi Laut Merah dengan niat membinasakan mereka.
Atas izin Allah SWT, Nabi Musa AS memukulkan tongkatnya hingga Laut Merah terbelah dan menjadi jalan penyelamat bagi kaum mukmin.
Firaun dan pasukannya yang buta akan kebenaran nekad menerobos laut tersebut hingga akhirnya ditenggelamkan oleh air yang menyatu kembali.
Kisah tragis penenggelaman Firaun ini diabadikan secara jelas dalam Al-Qur`an Surah Yunus ayat 90-92 sebagai ikhtibar bagi generasi sesudahnya.
Peristiwa ini memberikan edukasi mendalam bahwa kekuasaan duniawi bersifat fana dan tidak akan mampu melawan kehendak Allah Yang Maha Kuasa.
Semoga umat Islam dapat mengambil hikmah agar senantiasa menjauhi sifat sombong serta meneladani keteguhan iman Nabi Musa AS.