Ilustrasi musafir
Terasmuslim.com - Kisah pertemuan antara Nabi Musa AS dan Nabi Khidir AS di dalam Al-Qur`an menyimpan hikmah agung tentang luasnya ilmu Allah SWT.
Perjalanan spiritual ini bermula ketika Nabi Musa AS ditanya oleh kaumnya apakah ada manusia yang lebih berilmu daripada beliau di muka bumi.
Allah SWT kemudian mewahyukan kepada Nabi Musa AS bahwa ada seorang hamba saleh yang memiliki ilmu istimewa di tempat bertemunya dua lautan.
Nabi Musa AS lantas bertekad untuk melakukan perjalanan panjang demi menuntut ilmu dan berguru kepada hamba saleh tersebut.
Dengan didampingi oleh pelayannya, Yusa bin Nun, Nabi Musa AS membawa seekor ikan sebagai tanda tempat pertemuan yang telah dijanjikan.
Sesampainya di tempat tujuan, mereka bertemu dengan sosok hamba saleh yang kemudian dikenal sebagai Nabi Khidir AS.
Nabi Musa AS meminta izin untuk ikut serta agar dapat belajar dari ilmu petunjuk yang telah dikaruniakan oleh Allah SWT kepada Nabi Khidir.
Namun, Nabi Khidir AS mengingatkan bahwa Nabi Musa tidak akan mampu bersabar dalam menyaksikan tindakan-tindakan yang tampak ganjil.
Al-Qur`an merekam dialog penuh hikmah ini dalam Surah Al-Kahf ayat 67: "Dia menjawab: `Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersama dengan aku`."
Nabi Musa AS berjanji akan bersabar dan tidak akan mendurhakai perintah apapun yang diberikan oleh gurunya tersebut.
Selama perjalanan, Nabi Khidir AS melakukan tiga tindakan misterius yang mencakup melubangi perahu, membunuh seorang anak kecil, dan menegakkan dinding yang hampir roboh.
Setiap kali tindakan itu dilakukan, Nabi Musa AS selalu melayangkan protes karena akal sehatnya melihat hal tersebut sebagai sebuah kemungkaran.
Nabi Khidir AS akhirnya menjelaskan rahasia di balik setiap peristiwa tersebut yang ternyata menyimpan kebaikan besar dan perlindungan dari takdir yang buruk.
Kisah agung ini memberikan edukasi mendalam bagi setiap Muslim agar senantiasa tawadu dan tidak sombong dengan ilmu yang dimiliki.
Semoga hikmah perjalanan Nabi Musa dan Nabi Khidir ini dapat mempertebal keimanan kita terhadap ketetapan Allah SWT.