Ilustrasi ka'bah
Terasmuslim.com - Peristiwa kehancuran Ka`bah pada akhir zaman merupakan salah satu nubuwat sahih yang telah dikabarkan langsung oleh Rasulullah SAW.
Sebagai umat Islam, memahami takdir ini menuntut kejernihan iman tanpa ada keraguan terhadap keadilan Allah SWT.
Kehancuran bangunan fisik Baitullah bukanlah bentuk kelemahan sang Pencipta, melainkan bagian dari skenario akhir kehidupan dunia.
Berdasarkan hadis riwayat Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim, pelaku penghancuran tersebut adalah seorang lelaki dari Habasyah yang dijuluki Dzu as-Suwaiqatain.
Rasulullah SAW bersabda: "Ka`bah itu akan dihancurkan oleh Dzu as-Suwaiqatain dari Habasyah." (HR. Bukhari dan Muslim).
Allah SWT membiarkan peristiwa ini terjadi sebagai tanda bahwa dunia telah sampai pada ujung usianya yang fana.
Ketika nilai-nilai iman telah tercabut dari muka bumi dan tidak ada lagi manusia yang mengagungkan asma Allah, maka bangunan suci tersebut kehilangan fungsinya.
Hal ini sejalan dengan sunatullah bahwa segala sesuatu di dunia ini pasti akan mengalami kehancuran kecuali Zat-Nya Yang Maha Kekal.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur`an Surah Ar-Rahman ayat 26-27: "Semua yang ada di bumi itu akan binasa, dan tetap kekal Zat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan."
Hilangnya fisik Ka`bah juga menjadi penanda bahwa siklus kehidupan manusia di dunia telah sempurna menunaikan seluruh garis takdirnya.
Sebelum peristiwa besar itu terjadi, Allah SWT telah terlebih dahulu mengangkat Al-Qur`an ke langit dan memwasiatkan wafatnya seluruh orang beriman.
Dengan demikian, tidak ada lagi manusia yang bertauhid atau memakmurkan rumah ibadah tersebut di muka bumi.
Pembiaran atas kehancuran ini sekaligus menjadi bukti mutlak atas kebenaran berita yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW ratusan tahun silam.
Peristiwa ini seyogianya mempertebal kesadaran kita bahwa kemegahan material duniawi tidak ada yang abadi di hadapan kebesaran Allah SWT.
Mari jadikan renungan akhir zaman ini sebagai momentum untuk senantiasa memperkuat istiqomah, amal saleh, dan ketakwaan kepada Allah SWT.