Ilustrasi foto bisikan setan menggoda manusia
Terasmuslim.com - Kisah Nabi Adam AS dan Hawa dalam memakan buah larangan merupakan pelajaran penting bagi seluruh umat manusia.
Allah Subhanahu wa Ta`ala menempatkan Nabi Adam dan Hawa di dalam surga yang penuh dengan kenikmatan abadi.
Mereka diperbolehkan menikmati segala fasilitas dan buah-buahan di surga kecuali satu pohon yang telah ditentukan.
Larangan tersebut termaktub dalam Surah Al-Baqarah ayat 35 tentang batasan mendekati pohon terlarang di surga.
Namun, Iblis yang senantiasa menyimpan rasa dengki berusaha keras untuk menyesatkan Adam dan Hawa.
Iblis membisikkan tipu daya dan merayu mereka dengan janji keabadian serta kekuasaan yang kekal di surga.
Godaan tersebut direkam dalam Surah Al-A`raf ayat 20 ketika Iblis bersumpah sebagai penasihat bagi keduanya.
Karena kelengahan dan bujuk rayu tersebut, Nabi Adam dan Hawa akhirnya melanggar ketentuan yang telah ditetapkan Allah.
Mereka terpedaya untuk mencicipi buah dari pohon yang dilarang tersebut demi menuruti bisikan tersembunyi Iblis.
Seketika itu pula, terbukalah aurat mereka dan keduanya segera menutupinya dengan daun-daun surga.
Allah Ta`ala menegur perbuatan mereka dan mengingatkan tentang permusuhan nyata antara manusia dan Iblis.
Penyesalan mendalam pun merasuk ke dalam jiwa Nabi Adam dan Hawa atas kelalaian yang telah diperbuat.
Mereka segera memohon ampun dengan membaca kalimat taubat yang diajarkan langsung oleh Allah SWT.
Doa penyesalan tersebut diabadikan dalam Surah Al-A`raf ayat 23 sebagai bentuk ketundukan hamba kepada Sang Pencipta.
Allah Yang Maha Pengampun akhirnya menerima taubat mereka dan menurunkan keduanya ke bumi untuk memulai kehidupan baru.