Ilustrasi foto hijrah
Terasmuslim.com - Hijrah ke Habasyah merupakan peristiwa penyelamatan pertama dalam sejarah perjuangan umat Islam di kota Makkah.
Peristiwa penting ini terjadi pada tahun kelima kenabian ketika tekanan serta siksaan kafir Quraisy semakin memuncak.
Kaum Muslimin yang lemah dan tidak memiliki perlindungan fisik mengalami intimidasi yang sangat kejam dari para pemuka Quraisy.
Melihat penderitaan para sahabatnya, Rasulullah SAW memberikan arahan strategis untuk melakukan migrasi demi menyelamatkan iman.
Beliau merekomendasikan negeri Habasyah karena dipimpin oleh seorang raja yang adil dan tidak pernah menzalimi rakyatnya.
Raja Najasyi yang beragama Nasrani menyambut kedatangan kaum Muslimin dengan tangan terbuka dan memberikan jaminan keamanan penuh.
Rombongan pertama hijrah ini terdiri dari 12 orang pria dan 4 orang wanita, termasuk Utsman bin Affan dan istrinya Ruqayyah.
Gelombang kedua kemudian menyusul dengan jumlah yang lebih besar, yakni mencapai 83 pria dan 18 wanita di bawah pimpinan Ja`far bin Abi Thalib.
Ja`far bin Abi Thalib dengan bijak membacakan ayat-ayat Surah Maryam di hadapan Raja Najasyi untuk menjelaskan hakikat ajaran Islam.
Keindahan ayat Al-Qur`an tersebut menyentuh hati Raja Najasyi hingga beliau menolak mentah-mentah utusan Quraisy yang ingin membawa pulang kaum Muslimin.
Perintah untuk berhijrah demi mempertahankan agama dan mengharapkan keadilan Allah ditegaskan dalam Surah An-Nahl ayat 41:
"Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dianiaya, pasti Kami akan memberikan tempat yang bagus kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya pahala di akhirat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui." (QS. An-Nahl: 41)
Allah SWT juga menjanjikan balasan pahala tanpa batas bagi hamba-Nya yang bersabar dan berhijrah di jalan-Nya dalam Surah Az-Zumar ayat 10:
"Katakanlah: `Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu.` Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.`" (QS. Az-Zumar: 10)
Keutamaan dan keberanian kaum Muslimin yang melakukan dua kali hijrah ini diakui secara khusus oleh Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis riwayat Muslim mengenai keistimewaan para pelaku hijrah Habasyah:
"Bagi kalian (wahai rombongan Habasyah) dapat pahala dua kali hijrah, kalian telah berhijrah kepada Najasyi dan berhijrah kepadaku." (HR. Muslim).
Hikmah besar dari peristiwa Hijrah ke Habasyah adalah pentingnya kegigihan menjaga akidah serta mencari keadilan demi keselamatan agama dan jiwa.