Ilustrasi - ini tanda pasangan yang baik dalam ajaran Islam (Foto: AI)
Jakarta, Terasmuslim.com - Memilih pasangan hidup merupakan salah satu keputusan penting dalam kehidupan seorang Muslim.
Dalam Islam, pasangan yang baik tidak hanya dinilai dari penampilan fisik atau harta yang dimiliki, tetapi juga dari agama, akhlak, tanggung jawab, dan cara memperlakukan orang lain.
Islam memberikan sejumlah pedoman bagi umatnya dalam membangun hubungan rumah tangga yang harmonis.
Salah satunya adalah menjadikan ketakwaan dan akhlak sebagai pertimbangan dalam memilih pasangan.
Rasulullah SAW bersabda:
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ: لِمَالِهَا، وَلِحَسَبِهَا، وَلِجَمَالِهَا، وَلِدِينِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ
Artinya: “Perempuan dinikahi karena empat perkara: hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah perempuan yang memiliki agama.” (HR Bukhari dan Muslim)
Hadis tersebut mengingatkan bahwa agama merupakan salah satu pertimbangan penting dalam memilih pasangan.
Nilai agama tidak hanya terlihat dari ibadah yang dilakukan, tetapi juga dari kejujuran, sikap menghormati orang lain, serta kesediaan untuk memperbaiki diri.
Tanda pasangan yang baik dalam Islam juga dapat dilihat dari akhlaknya. Seseorang yang terbiasa berkata jujur, menjaga amanah, dan memperlakukan orang lain dengan baik menunjukkan sikap yang penting untuk membangun rumah tangga.
Sebaliknya, kebiasaan berbohong, merendahkan pasangan, atau menghindari tanggung jawab perlu menjadi bahan pertimbangan sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.
Selain akhlak, tanggung jawab menjadi hal penting dalam hubungan. Kehidupan rumah tangga membutuhkan kerja sama, komunikasi, dan kesediaan menghadapi masalah bersama.
Pasangan yang baik bukan berarti tidak pernah melakukan kesalahan, melainkan bersedia mengakui kekeliruan, meminta maaf, dan mencari penyelesaian tanpa kekerasan atau penghinaan.
Islam juga mengajarkan agar suami dan istri saling memperlakukan dengan cara yang baik. Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nisa ayat 19:
وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ
Artinya: “Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut.” (QS An-Nisa: 19)
Ayat tersebut secara langsung ditujukan kepada para suami agar memperlakukan istri dengan baik.
Prinsip berbuat baik dalam rumah tangga juga menjadi landasan penting bagi kedua belah pihak untuk membangun hubungan yang saling menghormati dan menjaga hak masing-masing.
Tanda lainnya adalah pasangan yang mendukung kebaikan dan pertumbuhan bersama. Pasangan tidak harus selalu memiliki pendapat yang sama, tetapi perlu bersedia berdiskusi, menghargai perbedaan, dan mengingatkan satu sama lain dengan cara yang bijaksana.
Hubungan yang sehat juga memberikan ruang bagi masing-masing untuk berkembang tanpa mengendalikan atau merendahkan pihak lain.
Di samping itu, penting untuk memperhatikan cara seseorang menghadapi kemarahan dan konflik. Sikap kasar, ancaman, manipulasi, maupun kekerasan bukanlah tanda cinta yang sehat. Kesabaran dan kemampuan mengendalikan diri merupakan bagian dari akhlak yang perlu dijaga dalam hubungan.
Meski demikian, pasangan yang baik bukanlah manusia yang sempurna. Setiap orang memiliki kekurangan dan dapat melakukan kesalahan.
Karena itu, proses mengenal pasangan perlu dilakukan secara wajar, dengan memperhatikan konsistensi perilaku, keterbukaan, serta kesesuaian nilai dan tujuan hidup.
Bagi umat Islam yang sedang mencari pasangan, doa, ikhtiar, dan pertimbangan matang perlu berjalan beriringan. Meminta nasihat dari orang tepercaya serta melakukan salat istikharah dapat menjadi bagian dari proses mengambil keputusan.