• KEISLAMAN

Amalan yang Diajarkan Rasulullah Sebelum Tidur agar Lebih Tenang

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Senin, 19/10/2026
Amalan yang Diajarkan Rasulullah Sebelum Tidur agar Lebih Tenang Ilustrasi - berbagai amalan sunah yang diajarkan Rasulullah SAW sebelum tidur agar lebih tenang (Foto: AI)

Jakarta, Terasmuslim.com - Rasulullah SAW mengajarkan sejumlah amalan yang dapat dilakukan umat Islam sebelum tidur.

Selain menjadi bagian dari ibadah, amalan tersebut membantu seorang Muslim mengakhiri hari dengan mengingat Allah SWT, memohon perlindungan-Nya, dan menenangkan hati sebelum beristirahat.

Tidur merupakan kebutuhan manusia untuk memulihkan tenaga setelah menjalani aktivitas sehari-hari.

Dalam Islam, waktu sebelum tidur juga dapat dimanfaatkan untuk berzikir dan berdoa agar istirahat dijalani dengan tetap mengingat Allah SWT.

Salah satu amalan yang dianjurkan adalah membaca Ayat Kursi.

Ayat ke-255 dalam Surah Al-Baqarah ini menjelaskan kebesaran Allah SWT sebagai Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta tidak pernah mengantuk maupun tidur.

Rasulullah SAW menyampaikan keutamaan membaca Ayat Kursi sebelum tidur melalui hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari.

Dalam hadis tersebut, Abu Hurairah RA mendapat pesan untuk membaca Ayat Kursi sebelum berbaring. Allah akan senantiasa memberikan penjagaan kepadanya dan setan tidak akan mendekatinya hingga pagi.

Selain Ayat Kursi, Rasulullah SAW juga mengajarkan membaca tiga surah terakhir dalam Al-Qur’an, yakni Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.

Aisyah RA meriwayatkan bahwa setiap malam Rasulullah SAW ketika hendak tidur mengumpulkan kedua telapak tangan, meniupnya, lalu membaca ketiga surah tersebut.

Setelah itu, beliau mengusapkan kedua telapak tangan ke bagian tubuh yang dapat dijangkau, dimulai dari kepala, wajah, dan bagian depan tubuh. Beliau melakukannya sebanyak tiga kali. Riwayat ini tercantum dalam HR. Bukhari.

Amalan berikutnya adalah membaca doa sebelum tidur. Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW diriwayatkan dari Hudzaifah RA, yaitu:

بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا

Bismikallāhumma amūtu wa aḥyā.

Artinya: “Dengan nama-Mu, ya Allah, aku mati dan aku hidup.” (HR. Bukhari)

Doa tersebut mengingatkan seorang Muslim bahwa tidur dan bangun berada dalam kuasa Allah SWT. Dengan membacanya, seseorang menyerahkan diri kepada Allah sebelum beristirahat dan berharap dapat kembali terbangun untuk menjalani aktivitas serta beribadah.

Rasulullah SAW juga menganjurkan umatnya berwudu sebelum tidur.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, beliau berpesan kepada Al-Bara bin Azib RA agar berwudu sebagaimana wudu untuk salat, kemudian berbaring pada sisi kanan tubuh dan membaca doa sebelum tidur.

Anjuran tersebut menunjukkan bahwa persiapan tidur dalam Islam tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan fisik, tetapi juga kebersihan dan kesiapan spiritual.

Meski demikian, seseorang tidak perlu merasa terbebani jika belum mampu menjalankan seluruh amalan sekaligus. Amalan dapat dibiasakan secara bertahap sesuai kemampuan.

Membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, dan berwudu sebelum tidur merupakan ikhtiar untuk menjaga hubungan dengan Allah SWT.

Amalan-amalan tersebut tidak menjamin seseorang terbebas dari semua masalah atau gangguan, tetapi dapat menjadi sarana ibadah dan pengingat untuk menyerahkan urusan kepada-Nya.