Ilustrasi foto mendidik anak
Terasmuslim.com - Al-Qur`an mengabadikan nama Luqman Al-Hakim sebagai simbol keteladanan orang tua dalam mendidik anak dengan penuh hikmah.
Ia bukan seorang nabi, namun namanya diabadikan menjadi nama salah satu surah berkat kebijaksanaan dan rasa syukurnya kepada Allah SWT.
Allah SWT menganugerahkan al-hikmah atau pemahaman yang mendalam kepada Luqman sebagai bentuk karunia istimewa atas ketaatannya.
Keteladanan Luqman direkam secara abadi melalui lembaran ayat suci dalam Surah Luqman yang penuh dengan mutiara nasihat.
Allah SWT berfirman: “Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu, ‘Bersyukurlah kepada Allah! Dan barang siapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri...’” (QS. Luqman [31]: 12).
Pendidikan tauhid diletakkan oleh Luqman sebagai fondasi paling utama dan pertama dalam memberikan nasihat kepada anak tercinta.
Ia dengan tegas memperingatkan buah hatinya agar tidak menyekutukan Allah SWT karena perbuatan syirik adalah kezaliman yang sangat besar.
Nasihat fundamental ini diabadikan Allah SWT dalam Surah Luqman ayat 13 ketika ia berkata kepada anaknya.
Allah SWT berfirman: “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, ‘Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.’” (QS. Luqman [31]: 13).
Selain akidah, Luqman juga menanamkan nilai berbakti kepada orang tua dengan tetap menjaga batasan ketaatan kepada Sang Pencipta.
Ia mengajarkan kesadaran bahwa segala amal perbuatan manusia sekecil biji sawi pasti akan mendapat balasan dari Allah SWT.
Nasihat kedisiplinan beribadah seperti mendirikan shalat, amar makruf nahi mungkar, serta sabar dalam menghadapi cobaan turut disampaikan.
Bahkan, Luqman mendidik anaknya agar senantiasa memiliki adab sosial yang mulia dengan tidak bersikap sombong di muka bumi.
Rasulullah SAW juga sering menekankan pentingnya mendidik anak dengan nilai-nilai akhlak mulia agar menjadi generasi yang saleh dan bermanfaat.
Kisah pengasuhan Luqman Al-Hakim menjadi pedoman abadi bagi setiap orang tua Muslim dalam membentuk karakter generasi masa depan yang bertakwa.