Ilustrasi foto anak sapi emas
Terasmuslim.com - Sejarah Bani Israil mencatat nama Samiri sebagai tokoh utama di balik tragedi penyembahan patung anak sapi emas.
Peristiwa kelam ini terjadi ketika Nabi Musa AS pergi ke Bukit Sinai selama empat puluh malam untuk menerima wahyu dari Allah SWT.
Melihat ketiadaan Nabi Musa AS, Samiri memanfaatkan celah tersebut untuk menguji keimanan Bani Israil yang masih lemah.
Ia mengumpulkan perhiasan emas milik kaum Bani Israil lalu meleburnya menjadi sebuah patung berbentuk anak sapi.
Al-Qur`an mengabadikan jawaban Samiri saat ditanya oleh Nabi Musa AS mengenai motif perbuatan kejinya tersebut.
Allah SWT berfirman: “Dia (Samiri) menjawab, ‘Aku mengetahui sesuatu yang mereka tidak mengetahuinya, maka aku ambil segenggam jejak rasul lalu aku melemparnya, dan demikianlah nafsuku membujukku.’” (QS. Thaha [20]: 96).
Jejak rasul yang dimaksud dalam ayat tersebut merujuk pada tanah bekas pijakan kuda Malaikat Jibril AS saat menenggelamkan Fir`aun.
Dengan tipu daya dan sihirnya, patung anak sapi buatan Samiri tersebut mampu mengeluarkan suara seperti lembu bernyawa.
Penyesatan ini membuat sebagian besar kaum Bani Israil terperdaya dan berpaling dari ajaran tauhid yang diajarkan Nabi Musa AS.
Nabi Harun AS yang ditugaskan menjaga umat telah berusaha keras memperingatkan mereka, namun seruannya diabaikan.
Al-Qur`an mencatat ketegasan peringatan Nabi Harun AS sebagaimana tertuang dalam Surah Thaha ayat 90.
Allah SWT berfirman: “Dan sungguh, Harun telah berkata kepada mereka sebelumnya, ‘Wahai kaumku! Sesungguhnya kamu hanya diuji dengan (anak sapi) itu dan sungguh, Tuhanmu ialah (Allah) Yang Maha Pengasih, maka ikutilah aku dan taatilah perintahku.’” (QS. Thaha [20]: 90).
Sekembalinya Nabi Musa AS, beliau sangat marah dan sedih melihat kaumnya telah kembali jatuh ke dalam kesyirikan.
Atas perbuatan biadabnya, Samiri dijatuhi hukuman pengasingan seumur hidup di dunia di mana ia tidak dapat menyentuh atau disentuh oleh siapa pun.
Kisah Samiri menjadi pelajaran berharga bagi umat Islam agar senantiasa menjaga akidah dan mewaspadai fitnah syirik dalam segala bentuknya.