• KISAH

Hindun binti Utbah, Perjalanan Kelam Menuju Cahaya Islam

Yahya Sukamdani | Minggu, 18/10/2026
Hindun binti Utbah, Perjalanan Kelam Menuju Cahaya Islam Ilustrasi foto peristiwa Fathu Makkah

Terasmuslim.com - Hindun binti Utbah adalah seorang wanita bangsawan Quraisy yang dikenal memiliki keberanian, kecerdasan, serta pengaruh kuat di kalangan kaum Makkah.

Pada awal dakwah Islam, Hindun menyimpan dendam mendalam terhadap kaum muslimin setelah ayah, paman, dan saudaranya tewas dalam Perang Badar.

Puncak kebenciannya terjadi saat Perang Uhud, ketika ia meluapkan kemarahannya terhadap jenazah Hamzah bin Abdul Muthalib r.a.

Perbuatan tersebut meninggalkan catatan kelam dalam sejarah, namun kasih sayang Allah SWT selalu membuka pintu ampunan bagi hamba-Nya.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Az-Zumar ayat 53: “Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu putus asa dari rahmat Allah; sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.”

Ketika peristiwa Pembebasan Kota Makkah (Fathu Makkah) terjadi pada tahun 8 Hijriah, hati Hindun mulai disentuh oleh keagungan dan kebenaran ajaran Islam.

Ia menghadap Rasulullah SAW dengan wajah tertutup untuk menyatakan ikrar setianya dan memeluk agama Islam secara tulus.

Rasulullah SAW menerima keislaman Hindun dengan kebesaran jiwa tanpa menyimpan rasa dendam atas masa lalunya.

Proses baiat para wanita Makkah ini diabadikan dalam Surah Al-Mumtahanah ayat 12, di mana Allah memerintahkan Nabi untuk menerima janji setia wanita-wanita beriman yang tidak mempersekutukan Allah.

Keterbukaan pintu maaf ini selaras dengan hadis riwayat Shahih Muslim (No. 121), di mana Rasulullah SAW bersabda: “Apakah engkau tidak tahu bahwa Islam menghapuskan dosa-dosa yang dilakukan sebelumnya?”

Setelah memeluk Islam, Hindun berubah menjadi sosok wanita muslimah yang gigih membela panji tauhid dengan penuh keberanian.

Dalam Perang Yarmuk, Hindun berdiri di barisan belakang untuk membakar semangat para prajurit muslim agar pantang mundur melawan pasukan Romawi.

Perjalanan hidupnya memberikan pelajaran berharga bahwa hidayah Allah dapat menyapa siapa saja, tanpa memandang seberapa gelap masa lalu seseorang.

Keteguhan Hindun pasca-keislamannya membuktikan kebenaran janji Allah bahwa kemuliaan sejati hanya diraih melalui ketakwaan.

Kisah Hindun binti Utbah menjadi inspirasi abadi bahwa ampunan dan rahmat Allah SWT senantiasa lebih besar daripada segala dosa manusia.