Ilustrasi wanita pembawa kayu bakar
Terasmuslim.com - Sejarah mencatat Ummu Jamil yang bernama asli Arwah binti Harb sebagai salah satu musuh bebuyutan Nabi Muhammad SAW.
Ia merupakan istri dari Abu Lahab sekaligus saudara perempuan dari pimpinan kaum Quraisy, Abu Sufyan.
Bukannya mendukung kebenaran, Ummu Jamil justru aktif mendampingi suaminya dalam menghalangi dakwah Islam di Makkah.
Al-Qur`an secara eksplisit mengabadikan kejahatan dan kebencian Ummu Jamil dalam Surah Al-Lahab ayat 4.
Allah SWT berfirman: “Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah).” (QS. Al-Lahab [111]: 4).
Gelar Hammalatal Hathab atau pembawa kayu bakar diberikan kepadanya karena kebiasaannya menabur duri di jalan yang dilalui Rasulullah SAW.
Selain secara fisik menanam duri, julukan tersebut juga merujuk pada hobinya menyebarkan fitnah dan adu domba untuk merusak reputasi Nabi SAW.
Kebencian Ummu Jamil semakin memuncak ketika Surah Al-Lahab diturunkan untuk mengecam tindakan keji dirinya dan sang suami.
Dalam sebuah riwayat hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Ummu Jamil pernah mendatangi Ka`bah sambil membawa batu setelah mendengar ayat tersebut turun.
Ia bersumpah akan melempar batu itu ke wajah Rasulullah SAW yang saat itu sedang duduk bersama sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq RA.
Atas pertolongan Allah SWT, penglihatan Ummu Jamil dibutakan sehingga ia tidak dapat melihat keberadaan Nabi Muhammad SAW di samping Abu Bakar.
Peristiwa ajaib tersebut menjadi bukti nyata perlindungan Allah SWT kepada kekasih-Nya dari ancaman musuh-musuh Islam.
Kejahatan Ummu Jamil dan suaminya menjadi iktibar berharga bagi umat Islam tentang bahaya dengki dan penolakan terhadap kebenaran hidayah.
Akhir hidup pasangan ini sangat mengenaskan sebagai bentuk balasan tunai atas permusuhan yang mereka kobarkan terhadap dakwah Islam.
Kisah ini mengajarkan bahwa kekerabatan dan status sosial tidak akan memberi manfaat jika seseorang menentang ajaran Allah SWT dan Rasul-Nya.