Ilustrasi Firaun dan para penyihir menantang nabi Musa AS bertarung adu kesaktian (foto:zonamerdeka)
Terasmuslim.com - Firaun merupakan raja Mesir kuno yang dikenal sebagai penguasa zalim dan melampaui batas dengan mengklaim dirinya sebagai tuhan.
Kekuasaan dan militer yang megah membuat Firaun buta hingga tega menindas serta memperbudak Bani Israil secara tidak manusiawi.
Allah SWT kemudian mengutus Nabi Musa A.S. dan Nabi Harun A.S. untuk menyeru Firaun agar kembali kepada tauhid.
Namun, Firaun menolak ajakan dakwah tersebut dengan penuh keangkuhan dan justru menantang kekuasaan Allah SWT.
Kesombongan puncak Firaun diabadikan dalam Surah An-Nazi`at ayat 24: “Maka dia (Firaun) berkata: Akulah tuhanmu yang paling tinggi.”
Meskipun diperlihatkan berbagai mukjizat dan peringatan berupa azab, Firaun tetap menutup hati dari kebenaran.
Allah SWT memerintahkan Nabi Musa A.S. untuk membawa Bani Israil keluar dari Mesir demi menyelamatkan mereka dari kedzaliman Firaun.
Firaun bersama pasukan militernya mengejar Nabi Musa A.S. dan pengikutnya hingga ke tepi Laut Merah.
Atas izin Allah SWT, Laut Merah terbelah memberikan jalan bagi Nabi Musa A.S. dan kaumnya untuk menyeberang dengan selamat.
Ketika Firaun dan pasukannya mencoba menyusul di tengah lautan, Allah SWT mengembalikan air laut seperti semula hingga mereka tenggelam.
Dalam detik-detik kematiannaya, Firaun baru menyatakan beriman, namun pengakuannya sudah tidak lagi diterima oleh Allah SWT.
Peristiwa ini ditegaskan dalam Surah Yunus ayat 92: “Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu.”
Pelajaran dari kejatuhan penguasa sombong ini selaras dengan peringatan Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Shahih Muslim (No. 91) tentang kebinasaan akibat kesombongan di dalam hati.
Selain itu, firman Allah SWT dalam Surah Al-Qasas ayat 40 mengingatkan betapa buruknya kesudahan orang-orang yang zalim di muka bumi.
Kisah penenggelaman Firaun menjadi ikhtibar abadi bahwa tiada kekuasaan duniawi yang mampu menandingi keagungan dan keadilan Allah SWT.