Ilustrasi keteguhan iman
Terasmuslim.com - Ammar bin Yasir radhiyallahu `anhu beserta kedua orang tuanya, Yasir dan Sumayyah, merupakan potret keluarga mulia dalam sejarah awal perkembangan Islam.
Keluarga kecil ini termasuk di antara kelompok pemeluk Islam paling awal di Makkah yang harus menanggung penderitaan luar biasa dari kaum Quraisy.
Siksaan demi siksaan fisik yang sangat kejam ditimpakan kepada mereka agar mau melepaskan keimanan dan kembali kepada kekafiran.
Meskipun dihantam cobaan yang begitu dahsyat, keteguhan hati keluarga Yasir tidak pernah goyah sedikit pun dalam mempertahankan tauhid.
Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam yang menyaksikan penderitaan mereka memberikan kabar gembira yang menjadi penguat jiwa sang keluarga pejuang.
Sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Hakim, Rasulullah bersabda, "Bersabarlah wahai keluarga Yasir, karena sesungguhnya janji untuk kalian adalah surga."
Ibunda Ammar, Sumayyah binti Khayyat, akhirnya gugur dan menjadi wanita pertama yang meraih gelar syahidah dalam sejarah keagungan Islam.
Ujian berat yang dihadapi Ammar dan keluarganya mencerminkan firman Allah Subhanahu wa Ta`ala dalam Surah Al-Ankabut ayat 2-3 tentang keniscayaan ujian bagi orang bertakwa.
Dalam ayat tersebut ditegaskan bahwa manusia tidak akan dibiarkan mengaku beriman begitu saja tanpa melalui pembuktian dan ujian kehidupan.
Ketika Ammar terpaksa mengucapkan kalimat kufur di bawah ancaman nyawa, Allah menurunkan wahyu khusus untuk menegaskan kesucian imannya.
Hal ini termaktub dalam Surah An-Nahl ayat 106, di mana Allah memaafkan orang yang dipaksa kufur padahal hatinya tetap tenang dalam keimanan.
Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam juga memuji kedalaman iman Ammar sebagaimana dalam hadits riwayat Tirmidzi yang menyatakan iman telah meresap hingga sumsum tulangnya.
Kisah perjuangan keluarga Yasir memberikan pelajaran mendalam tentang harga sebuah hidayah dan pentingnya ketabahan dalam menghadapi ujian zamannya.
Pengorbanan mulia mereka menjadi sumber inspirasi bagi umat Islam agar senantiasa menjaga tauhid di tengah berbagai kemudahan maupun kesulitan hidup.
Mari kita senantiasa berdoa kepada Allah agar dianugerahi keteguhan iman dan kesabaran sebagaimana yang dicontohkan oleh keluarga Ammar bin Yasir.