Ilustrasi pemuda sederhana
Terasmuslim.com - Kisah Mush`ab bin Umair RA merupakan keteladanan tertinggi tentang bagaimana seorang pemuda rela melepaskan seluruh kemewahan dunia demi keimanan.
Sebelum memeluk Islam, Mush`ab dikenal sebagai pemuda paling tampan, kaya, dan bergelimang fasilitas mewah di kalangan bangsawan Makkah.
Namun, ketika hidayah Islam menyapa dadanya, beliau tanpa ragu meninggalkan harta dan status sosialnya demi mengikuti ajaran Rasulullah SAW.
Keputusan besar Mush`ab dalam mengutamakan kehidupan akhirat di atas kenikmatan duniawi mencerminkan firman Allah SWT dalam Surah Al-A`la ayat 16-17:
"Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal." (QS. Al-A`la: 16-17)
Rasulullah SAW mempercayakan amanah besar kepada Mush`ab sebagai duta Islam pertama yang dikirim untuk mendakwahkan Islam di Yatsrib (Madinah).
Dengan kesabaran, kelembutan, dan kecerdasannya, Mush`ab berhasil mengislamkan banyak tokoh kunci Madinah sebelum peristiwa Hijrah terjadi.
Perjuangan gigih Sang Duta Islam mencapai puncaknya pada Perang Uhud, di mana beliau memegang panji utama pasukan muslimin dengan penuh keberanian.
Mush`ab gugur sebagai syahid dalam perang tersebut dengan pengorbanan yang begitu menyentuh hati hingga kain kafannya pun tak cukup menutupi seluruh tubuhnya.
Kesedihan mendalam dan penghormatan atas kesyahidan Mush`ab bin Umair terekam jelas dalam sebuah hadis shahih riwayat Bukhari:
"Ketika Mush`ab bin Umair gugur pada perang Uhud, tidak ditemukan kain untuk mengafaninya kecuali sehelai kain burdah; jika ditutupkan ke kepalanya, kakinya terkuak, dan jika ditutupkan ke kakinya, kepalanya terkuak." (HR. Bukhari no. 1276)
Kisah hidup Mush`ab bin Umair menjadi tamparan moral sekaligus inspirasi bagi generasi muda Muslim dalam memandang arti ketenaran dan kekayaan.
Keikhlasan beliau membuktikan bahwa kemuliaan sejati manusia di ukur dari seberapa besar kontribusinya bagi agama dan sesama.
Di era modern yang serba materialistis saat ini, keteguhan sikap Mush`ab menjadi cermin penting untuk menata kembali prioritas hidup kita.
Meneladani Mush`ab bin Umair berarti berani mengambil peran dalam dakwah serta tidak terbuai oleh gemerlap keindahan dunia yang fana.
Semoga pengorbanan dan keikhlasan Sang Duta Pertama Islam ini terus menginspirasi pemuda Islam untuk menjadi pilar kebaikan zaman.