• KISAH

Kisah Thalut Jalut Ujian Ketaatan Dan Kemenangan Hakiki

Yahya Sukamdani | Selasa, 20/10/2026
Kisah Thalut Jalut Ujian Ketaatan Dan Kemenangan Hakiki Ilustrasi perang membela agama

Terasmuslim.com - Kisah perjuangan Thalut dan Jalut merupakan salah satu peristiwa bersejarah dalam Al-Qur`an yang sarat akan pelajaran iman serta ketaatan.

Setelah masa Nabi Musa AS, Bani Israil memohon kepada nabi mereka agar diangkat seorang pemimpin untuk memimpin peperangan membela agama.

Allah SWT kemudian memilih Thalut sebagai raja, meskipun keputusan tersebut sempat dipertanyakan oleh kaumnya karena faktor kekayaan materi.

Pilihan ilahi ini diabadikan secara rinci di dalam Al-Qur`an pada Surah Al-Baqarah ayat 247.

Nabi mereka menegaskan bahwa Allah menganugerahkan kelebihan kepada Thalut dalam bentuk ilmu pengetahuan yang luas serta fisik yang kuat.

Sebelum menghadapi tentara musuh, Thalut menguji tingkat ketaatan para prajuritnya melalui sebuah sungai di tengah perjalanan.

Para prajurit dilarang meminum air sungai tersebut kecuali hanya seciduk tangan untuk sekadar melepas dahaga yang membelenggu.

Ujian ketaatan ini tercantum dengan sangat jelas dalam Surah Al-Baqarah ayat 249.

Sebagian besar prajurit ternyata melanggar perintah dan meminumnya hingga mereka kehilangan kekuatan serta keberanian untuk bertempur.

Hanya sekelompok kecil prajurit yang beriman teguh yang berhasil lolos dari ujian air dan tetap setia mendampingi Thalut.

Kelompok kecil yang beriman ini meyakini dengan penuh ketauhidan bahwa kemenangan sejati semata-mata datang dari pertolongan Allah SWT.

Dalam pasukan Thalut tersebut, hadir sosok pemuda pemberani bernama Daud yang kelak diangkat menjadi nabi Allah.

Dengan izin Allah, Nabi Daud AS berhasil menumbangkan sosok raja Jalut yang sangat sombong dan perkasa di medan pertempuran.

Keberhasilan pasukan kecil ini selaras dengan prinsip keteguhan iman yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

Rasulullah SAW bersabda: "Ketahuilah bahwa kemenangan itu datang bersama kesabaran, dan jalan keluar datang bersama kesulitan..." (HR. Bukhari).