• KISAH

Kisah Musafir Melintasi Negeri Hancur Bukti Hari Kebangkitan

Yahya Sukamdani | Senin, 19/10/2026
Kisah Musafir Melintasi Negeri Hancur Bukti Hari Kebangkitan Ilustrasi negeri hancur

Terasmuslim.com - Al-Qur`an merekam kisah menakjubkan tentang seorang musafir saleh yang melintasi sebuah negeri yang telah hancur lebur tanpa penghuni.

Kisah yang terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 259 ini memberikan iktibar mendalam mengenai kekuasaan Allah SWT dalam menghidupkan kembali makhluk yang telah mati.

Para ahli tafsir menyebutkan bahwa musafir tersebut melintasi reruntuhan Kota Baitul Maqdis yang telah hancur setelah diserang oleh Raja Bakhtanashar (Nebukadnezar).

Melihat kondisi bangunan yang roboh dan tulang-belalang yang berserakan, timbul keheranan dalam diri musafir itu tentang bagaimana Allah SWT menghidupkannya kembali.

Al-Qur`an mengabadikan pertanyaannya yang didasari oleh rasa penasaran akan keagungan mukjizat Allah SWT.

Allah SWT berfirman: “Atau seperti orang yang melewati suatu negeri yang (bangunan-bangunannya) telah roboh menutupi atap-atapnya. Dia berkata, ‘Bagaimana Allah menghidupkan kembali (negeri) ini setelah hancurnya?’” (QS. Al-Baqarah [2]: 259).

Menjawab keraguan emosional tersebut, Allah SWT mematikan musafir itu beserta keledai tunggangannya selama seratus tahun lamanya.

Setelah genap seratus tahun, Allah SWT membangkitkannya kembali dan mengutus malaikat untuk bertanya berapa lama ia telah tertidur.

Musafir itu menduga bahwa ia hanya tertidur selama sehari atau sebagian hari saja karena merasa tidak ada perubahan yang drastis.

Malaikat lalu memberitahukan bahwa ia telah diwafatkan selama seratus tahun, namun makanan dan minuman yang dibawanya tetap utuh tanpa membusuk sedikit pun.

Sebaliknya, keledai tunggangannya telah mati dan menjadi tulang-belalang yang berserakan di sekitar tempat ia berbaring.

Allah SWT kemudian memperlihatkan secara langsung proses penyusunan kembali tulang-belalang keledai tersebut hingga dibungkus dengan daging dan dihidupkan kembali.

Melihat kekuasaan yang begitu nyata di depan matanya, musafir itu pun bersaksi dengan penuh keyakinan akan kemahakuasaan Allah SWT atas segala sesuatu.

Rasulullah SAW dalam berbagai hadis senantiasa mengingatkan umatnya agar meyakini hari kebangkitan sebagai bagian dari rukun iman yang sangat krusial.

Kisah ini menegaskan kepada kita bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah SWT untuk membangkitkan seluruh manusia kembali pada hari kiamat kelak.