Ilustrasi foto kisah putra Nabi Adam AS
Terasmuslim.com - Sejarah peradaban manusia mencatat tragedi pembunuhan pertama di muka bumi yang melibatkan dua putra Nabi Adam AS, yaitu Qabil dan Habil.
Peristiwa memilukan ini bermula ketika Allah SWT memerintahkan keduanya untuk mempersembahkan kurban sebagai bentuk ketakwaan dan ketaatan.
Habil yang berkepribadian ikhlas mempersembahkan hewan ternak terbaiknya, sementara Qabil menyerahkan hasil pertanian yang berkualitas buruk.
Allah SWT kemudian menerima kurban Habil karena keikhlasannya dan menolak kurban Qabil yang didasari oleh ketidakikhlasan.
Penolakan tersebut membakar rasa dengki dan hasad di dalam diri Qabil hingga ia tidak mampu mengendalikan emosinya.
Al-Qur`an mengabadikan dialog serta keteguhan iman Habil saat diancam akan dibunuh oleh saudaranya sendiri.
Allah SWT berfirman: “Ceritakanlah (Muhammad) kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Dia (Qabil) berkata, ‘Sungguh, aku pasti akan membunuhmu!’ Dia (Habil) berkata, ‘Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa.’” (QS. Al-Ma`idah [5]: 27).
Habil menegaskan bahwa ia tidak akan membalas atau mengulurkan tangannya untuk membunuh Qabil karena rasa takutnya kepada Allah SWT.
Namun, hawa nafsu dan bisikan syaitan akhirnya menguasai Qabil hingga tega membunuh saudara kandungnya sendiri secara zalim.
Rasulullah SAW dalam hadis sahih riwayat Imam Bukhari mengingatkan bahwa setiap dosa pembunuhan zalim di bumi, dosa dosanya juga ditanggung sebagian oleh Qabil sebagai pelopor pembunuhan.
Setelah melakukan kejahatan tersebut, Qabil merasa bingung dan panik tentang bagaimana cara memperlakukan dan menguburkan jasad saudaranya.
Allah SWT lantas mengutus seekor burung gagak untuk menggali tanah guna memberi petunjuk visual kepada Qabil cara menguburkan mayat.
Melihat tindakan burung gagak tersebut, timbullah rasa penyesalan dan penyesalan yang mendalam di dalam hati Qabil atas kebodohannya.
Al-Qur`an menegaskan bahwa sifat hasad dan iri hati merupakan penyakit hati berbahaya yang dapat memicu kejahatan besar serta merusak ketakwaan.
Kisah dua putra Nabi Adam AS ini menjadi iktibar abadi bagi umat Islam agar senantiasa membersihkan hati dari sifat dengki dan menjaga persaudaraan.