• KISAH

Kisah Penghuni Kota Surah Yasin Membela Perjuangan Kebenaran

Yahya Sukamdani | Selasa, 20/10/2026
Kisah Penghuni Kota Surah Yasin Membela Perjuangan Kebenaran Ilustrasi menyampaikan dakwah

Terasmuslim.com - Kisah penghuni suatu kota (Ashabul Qaryah) dalam Surah Yasin memberikan iktibar mendalam mengenai perjuangan dakwah dan keteguhan iman.

Allah Subhanahu wa Ta`ala mengutus dua orang rasul untuk mendakwahi penduduk kota tersebut agar menyembah Allah Yang Maha Esa.

Sebagaimana difirmankan dalam Surah Yasin ayat 13-14: “Buatlah suatu perumpamaan bagi mereka, yaitu penduduk suatu negeri ketika para utusan datang kepada mereka, (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya.”

Kerana penolakan masyarakat yang keras, Allah kemudian menguatkan perjuangan dakwah tersebut dengan mengutus rasul ketiga.

Meskipun tiga utusan telah bersatu menyampaikan kebenaran, penduduk kota tetap menuduh para rasul sebagai pembawa sial.

Surah Yasin ayat 18 merekodkan ancaman penduduk kota: “Mereka menjawab, `Sesungguhnya kami bernasib malang kerana kamu. Jika kamu tidak berhenti, niscaya kami akan melempar kamu dengan batu.`”

Di tengah ancaman bunuh dan penolakan tersebut, muncul seorang lelaki beriman dari ujung kota yang dikenali dalam riwayat sebagai Habib An-Najjar.

Dengan penuh keberanian, Habib An-Najjar berlari memberikan sokongan terbuka kepada dakwah para utusan tersebut.

Momen keberanian ini diabadikan dalam Surah Yasin ayat 20: “Dan datanglah dari ujung kota seorang lelaki dengan bergegas, dia berkata, `Wahai kaumku, ikutilah para utusan itu.`”

Habib An-Najjar mengajak kaumnya berfikir jernih untuk mengikuti para utusan yang tidak meminta balasan harta maupun upah.

Namun, kaum yang ingkar tersebut marah lalu menganiaya lelaki beriman itu sehingga beliau gugur sebagai syahid.

Sejurus kematiannya, Allah terus memberikan kemuliaan syurga kepadanya sebagaimana termaktub dalam Surah Yasin ayat 26: “Dikatakan (kepadanya), `Masuklah ke syurga.` Dia berkata, `Betapa bahagianya sekiranya kaumku mengetahui.`”

Terhadap penduduk kota yang zalim dan menolak kebenaran, Allah menimpakan azab berupa satu pekikan dahsyat yang memusnahkan mereka seketika.

Surah Yasin ayat 29 menegaskan pemusnahan tersebut: “Tidak ada siksaan terhadap mereka melainkan satu teriakan saja, maka seketika itu mereka mati.”

Rasulullah SAW mengingatkan pentingnya saling menasihati dalam kebaikan sebagaimana hadis riwayat Muslim: “Agama itu adalah nasihat (kesetiaan dan ketulusan).”